JAKARTA – Komisi Perdagangan Adil Jepang (JFTC) menggerebek enam perusahaan es krim terbesar di negara itu pada Selasa (16/6/2026), yakni Akagi Nyugyo, Ezaki Glico, Lotte, Meiji, Morinaga Milk Industry, dan Morinaga & Co. Mereka diduga berkolusi menaikkan harga produk secara serentak, melanggar undang-undang antimonopoli.
Menurut laporan NHK dan Kyodo yang dilansir The Guardian, eksekutif senior perusahaan-perusahaan tersebut dituduh mengadakan pertemuan dan bertukar email selama bertahun-tahun untuk mengoordinasikan waktu serta skala kenaikan harga es krim dan makanan penutup beku. NHK bahkan menayangkan grafik yang menunjukkan harga es krim Meiji dan es krim cokelat isi enam dari Morinaga Milk melonjak bersamaan empat kali lipat antara Juni 2022 hingga September 2025.
Morinaga Milk menyatakan di situs resminya: “Kami sedang menjalani inspeksi di tempat oleh Komisi Perdagangan Adil Jepang karena dicurigai melanggar Undang-Undang Antimonopoli. Kami menanggapi hal ini dengan sangat serius dan akan bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan komisi tersebut.”
Ini merupakan investigasi pertama JFTC terkait dugaan kartel harga di sektor es krim. Pasar es krim dan makanan beku di Jepang sendiri mencapai rekor 663 miliar yen (sekitar 4 miliar dolar AS) pada tahun fiskal hingga Maret, didorong oleh musim panas yang semakin panas akibat perubahan iklim.
Pemerintah Jepang bahkan memperkenalkan istilah baru, kokusho, untuk hari-hari dengan suhu di atas 40 derajat Celsius. Kondisi musim panas tahun ini diperburuk oleh kelangkaan penutup pipa pendingin udara yang mengandung nafta, imbas krisis di Timur Tengah, sehingga menghambat pemasangan unit AC baru.