JAKARTA – Franchise Toy Story kembali dengan episode kelima yang dikemas mulus dan apik, namun terasa hambar. Meski setiap adegan menunjukkan kerja kreatif yang intensif, film ini dinilai kurang menghadirkan ketegangan, kebaruan, dan semangat yang menjadi ciri khas seri sebelumnya.
Tema besar tentang kematian yang pernah kuat di Toy Story kini kehilangan daya, sementara ide tentang bahaya perangkat teknologi adiktif terhadap imajinasi anak-anak justru berakhir dengan kompromi yang lemah.
Kisah berpusat pada perangkat tablet bernama Lilypad (disuarakan Greta Lee) yang awalnya digambarkan sebagai ancaman, namun kemudian berbalik menjadi pahlawan. Jessie (Joan Cusack) masih bersama Bonnie (Scarlett Spears), ditemani Buzz Lightyear (Tim Allen) yang diam-diam jatuh hati padanya. Woody (Tom Hanks), kini hidup terpisah bersama Bo Peep (Annie Potts), digambarkan dengan kelemahan manusiawi seperti kepala botak dan perut buncit.
Bonnie, yang masih setia bermain dengan mainan, dikucilkan oleh teman-temannya yang sibuk dengan perangkat digital. Kehadiran Lilypad sempat membuatnya diterima, namun berujung pada perundungan daring. Jessie kemudian bertemu Blaze (Mykal-Michelle Harris), seorang anak pecinta kuda yang bisa menjadi sahabat baru Bonnie. Karakter teknologi usang seperti Smarty Pants (Conan O’Brien) turut hadir untuk menyeimbangkan narasi bahwa teknologi tidak selalu buruk.
Film ini juga mencoba mengulang momen legendaris Toy Story 2 lewat lagu baru karya Taylor Swift yang menyinggung kembali tema kehilangan cinta pemilik mainan. Namun, eksekusinya dianggap palsu dan tidak memuaskan. Setelah lebih dari 30 tahun, Toy Story kini dinilai mengalami kelelahan ide, kehilangan keberanian, dan sekadar bertahan sebagai IP besar Pixar tanpa energi segar.