Pembalap andalan Ferrari, Charles Leclerc, dipastikan akan mencuri perhatian dalam balapan kandangnya di Formula 1 GP Monaco akhir pekan ini. Tim berlogo kuda jingkrak tersebut baru saja memamerkan wearpack (baju balap) khusus berwarna putih bersih yang akan dikenakan secara eksklusif oleh Leclerc di sepanjang rangkaian balapan di sirkuit jalan raya Monte Carlo.
Sementara Leclerc tampil beda dengan warna putih, rekan setimnya yang merupakan juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, akan tetap setia mengenakan baju balap reguler Ferrari yang didominasi warna merah ikonik.
Baju balap satu kali pakai (one-off) milik Leclerc ini dipadukan dengan aksen garis merah di kedua sisinya, yang dirancang khusus untuk merepresentasikan warna bendera nasional Monaco.
Ikatan Emosional dengan Jalanan Masa Kecil
Bagi pembalap berusia 28 tahun tersebut, balapan di sirkuit jalan raya Monte Carlo selalu menghadirkan sensasi magis yang tidak bisa ditemukan di trek lain.
“Balapan di rumah sendiri adalah hal yang sangat, sangat spesial. Ini adalah jalanan yang saya lewati menggunakan bus sekolah sejak saya masih kecil. Di lintasan ini, tikungan mana pun yang saya lewati selalu menyimpan cerita masa kecil atau awal mula karier balap saya. Ada potongan kisah personal di setiap sudut trek, dan itulah yang membuatnya terasa begitu istimewa,” ungkap Leclerc emosional.
Leclerc tentu berharap baju balap barunya ini membawa keberuntungan untuk meraih kemenangan kedua di tanah kelahirannya. Sebelumnya, pembalap asal Monaco ini sukses mencetak kemenangan perdana yang sangat emosional di sini pada musim 2024, sebelum finis sebagai runner-up di belakang Lando Norris (McLaren) pada musim lalu.
Misi Bangkit Usai “Kiamat Kecil” di GP Kanada
Ambisi besar Leclerc di Monaco juga didorong oleh hasrat untuk menebus kegagalan total pada seri sebelumnya. Leclerc menuju GP Monaco dengan modal buruk setelah melewati apa yang ia sebut sebagai “akhir pekan terburuk sepanjang kariernya” di GP Kanada.
Saat balapan di Montreal, Leclerc kesulitan mengekstrak performa jet darat SF-26 miliknya hingga harus puas finis di posisi ke-4. Ia kalah telak dari Lewis Hamilton yang sukses mengamankan posisi kedua sekaligus mencetak hasil terbaiknya sejak berseragam Ferrari.
“Itu adalah akhir pekan yang sangat, sangat mengerikan. Saya tidak pernah bisa membuat ban bekerja di temperatur yang tepat. Tapi ini murni bukan karena masalah mobil, karena Lewis mampu melakukan pekerjaan yang luar biasa di sana. Sisi positifnya, saya punya rekan setim seperti Lewis di mobil yang sama, sehingga saya bisa membedah datanya untuk mencari jawaban mengapa saya begitu kepayahan,” pungkas Leclerc jujur.