JAKARTA – Presiden AS, Donald Trump diperkirakan akan menghadiri KTT NATO di Ankara, Türkiye, pada 7-8 Juli mendatang, menurut Menteri Luar Negeri Türkiye, Hakan Fidan.
Dilansir Türkiyetoday, Selasa (2/6/2026), Fidan menyebut Trump dan Presden Türkiye, Recep Tayyip Erdogan telah berbicara beberapa kali melalui telepon, dan Trump “pada setiap kesempatan mengindikasikan bahwa ia akan hadir.”
Pertemuan ini berlangsung di tengah ketidakpastian komitmen Washington terhadap keamanan Eropa. Fidan menegaskan, meski retorika Trump kerap menekan sekutu untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan, “AS belum menunjukkan indikasi nyata berencana untuk menarik diri dari NATO.”
Namun, perhatian diplomatik lebih mendesak tertuju pada Lebanon. Fidan mengatakan Turki membantu negosiasi AS-Iran untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz, tetapi peningkatan serangan darat Israel di Lebanon menjadi ancaman terbesar. “Saya yakin Amerika dan Iran tulus. Mereka ingin gencatan senjata… Tapi saya tidak yakin tentang niat Israel,” ujarnya.
Iran menanggapi dengan menghentikan negosiasi dengan Washington, mengancam akan membatasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb, serta menyerang Israel secara langsung. Trump berupaya meredam eskalasi dengan berbicara kepada Netanyahu dan perwakilan Hezbollah, namun serangan Israel terhadap Lebanon tetap berlanjut.
Teheran menegaskan gencatan senjata di Lebanon adalah prasyarat bagi kesepakatan jangka panjang dengan AS. Gencatan senjata AS-Iran yang berlaku hampir dua bulan terakhir terus diuji oleh perkembangan di lapangan.