Kabar mengejutkan datang dari panggung hiburan tanah air. Mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes resmi diringkus pihak kepolisian setelah terbukti masuk dalam jaringan penipuan online internasional bermodus pig butchering (love scamming). Tidak tanggung-tanggung, sindikat lintas negara yang bermarkas di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo ini meraup omzet fantastis mencapai Rp 41,1 miliar.
Bergabung di bawah bendera cangkang PT Digi Global Konsultan, Fabiola rela beralih profesi demi bayaran yang menggiurkan. Alasan ekonomi diduga kuat menjadi pemantik utama sang mantan artis nekat menceburkan diri ke dunia hitam siber.
Gaji Fantastis Berbaju Dollar
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa Fabiola mengantongi pendapatan bulanan yang sangat besar untuk ukuran pekerja di wilayah Solo Raya.
“Gajinya berkisar antara Rp 7 juta sampai Rp 30 juta jika dikonversikan ke rupiah. Pembayarannya dalam bentuk dollar dan nominalnya bervariasi, tergantung hasil yang diperoleh dari korban,” jelas Artanto kepada awak media pada Kamis (4/6/2026).
Pendapatan Fabiola dipastikan akan langsung meroket tajam berupa komisi tambahan setiap kali ada korban yang terjerat dan menyetorkan deposit dana dalam jumlah besar.
Peran Vital Sang Eks Artis: Menjadi ‘Umpan Cantik’ Live Video Call
Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, membeberkan bahwa sindikat ini bekerja sangat terstruktur bak perusahaan profesional. Dari total 39 tersangka yang ditangkap dari berbagai negara, Fabiola (inisial F) memegang posisi strategis sebagai Model.
Berikut adalah alur kerja rapi dari sindikat penipuan ini:
-
Tim Marketing (33 Orang): Menggunakan identitas palsu di aplikasi kencan seperti Tinder, Puf, dan Boo, serta media sosial Facebook. Tugas mereka adalah membangun hubungan asmara buatan (love scamming) dan ikatan emosional yang intens dengan korban.
-
Peran Fabiola (Model): Ketika korban mulai terpikat namun ragu, Fabiola akan maju ke depan layar. Ia bertugas menyediakan foto-foto persuasif hingga melakukan panggilan video langsung (live video call) untuk meyakinkan korban bahwa sosok wanita cantik di akun tersebut benar-benar nyata.
-
Eksekusi Finansial (Leader): Setelah korban sepenuhnya percaya, mereka digiring untuk berinvestasi kripto bodong di situs yang sistemnya telah dimanipulasi (coverts.net/livetradingcrypto.com). Ketika uang masuk, sang Leader akan langsung mengunci akun tersebut agar dana korban tidak bisa ditarik kembali.
Spesifik Membidik Warga Amerika Serikat
Berdasarkan data digital forensik, jaringan internasional ini tercatat sangat licin. Beroperasi sejak Juli 2025 hingga Mei 2026, mereka sudah berpindah-pindah tempat dan menggunakan 4 kantor berbeda sebelum akhirnya digulung polisi di Solo Raya.
Dari hasil patroli siber, polisi mengendus aktivitas mereka dan menggerebek 7 Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang terdiri dari 1 kantor operasional utama di Solo Baru dan 6 rumah kos yang digunakan untuk menyamarkan aktivitas para pelaku.
Dalam operasi senyap tersebut, Ditresiber Polda Jateng mengamankan gunung barang bukti, di antaranya 140 unit HP, 123 unit PC/Komputer, 2 unit laptop, 78 unit monitor, serta buku panduan marketing penipuan.
Kini, masa depan Fabiola dan komplotannya terancam habis di balik jeruji besi. Para pelaku utama (termasuk tim marketing dan model) dijerat pasal berlapis UU ITE dan KUHP dengan ancaman hukuman hingga 12 tahun penjara. Sementara untuk tersangka ASC, selaku penyedia sarana, tempat, dan fasilitas kejahatan, dihukum lebih berat dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.