JAKARTA – Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, menegaskan pentingnya integritas dan kepemimpinan visioner saat menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) angkatan ke-27.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan lima pesan utama yang menjadi bekal strategis bagi para alumni dalam menghadapi tantangan nasional dan global.
Pesan pertama menitikberatkan pada karakter pemimpin nasional yang berintegritas dan berlandaskan nilai kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa keteguhan moral menjadi fondasi utama dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada negara.
“Para alumni P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujarnya dalam acara penutupan di Jakarta, Kamis (4/6).
Ia menilai, di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks, kualitas intelektual saja tidak cukup.
Pemimpin juga dituntut memiliki kepekaan sosial, ketangguhan moral, serta komitmen kuat terhadap nilai dasar negara.
Pada poin kedua, ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan visioner.
Perubahan global yang dipicu oleh disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, ekonomi digital, hingga ancaman siber menuntut pemimpin mampu membaca arah perubahan dan merespons secara cepat.
“Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya pemimpin nasional yang memiliki kapasitas strategis, berpikir jauh ke depan, mampu membaca perubahan global, dan memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional,” katanya.
Pesan ketiga menyoroti peran pemimpin sebagai perekat persatuan bangsa. Alumni diharapkan mampu menjaga kohesi sosial serta mencegah potensi konflik dan polarisasi yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Selanjutnya, pada pesan keempat, ia menekankan pentingnya kepekaan strategis dalam menghadapi berbagai tantangan.
Pemimpin harus mampu mengantisipasi risiko sekaligus menyiapkan langkah konkret demi masa depan bangsa.
Adapun pesan kelima berfokus pada pentingnya kolaborasi lintas sektor.
Ia mendorong para alumni untuk membangun sinergi antarlembaga dan mengesampingkan ego sektoral demi tercapainya tujuan nasional.
“Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Di akhir sambutan, ia memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh peserta yang telah menyelesaikan program pendidikan dengan baik.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya serta ucapan selamat kepada seluruh peserta.”
“Kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi mencerminkan kesiapan saudara untuk menjadi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan visioner,” ungkapnya.
Sementara itu, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional melaporkan bahwa seluruh rangkaian program berjalan lancar. Berdasarkan hasil sidang dewan penilai, sebanyak 84 peserta dinyatakan lulus.
Dalam kesempatan tersebut juga diberikan dua penghargaan, yakni predikat akademik terbaik dan kertas kerja perorangan terbaik.
Penghargaan akademik terbaik diraih oleh Ade Ary Syam Indradi, sedangkan penghargaan kertas kerja terbaik diberikan kepada Ignatius Bayu Trikuncoro.
Acara penutupan turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari berbagai lembaga negara, unsur TNI-Polri, serta tokoh nasional lainnya yang memberikan dukungan terhadap penguatan kepemimpinan nasional.***