JAKARTA – Paus Leo memulai kunjungan kepausannya ke Spanyol dengan menyerukan para pemimpin politik agar menolak polarisasi dan mengedepankan persatuan demi perdamaian.
Dalam pidato di Istana Kerajaan Madrid, yang dihadiri Raja Felipe VI, Paus menegaskan bahwa politik seharusnya tidak memecah belah masyarakat demi keuntungan sesaat.
Dilansir The Guardian, Minggu (7/6/2026), kunjungan ini menjadi yang pertama ke Spanyol sejak 2011, sekaligus kunjungan perdana ke negara Uni Eropa selain Italia. Fokus utama Paus adalah kaum marginal, termasuk bertemu dengan tunawisma di Madrid dan para migran di Kepulauan Canary. Ia juga dijadwalkan bertemu dengan penyintas pelecehan seksual oleh pendeta Katolik, mengakui bahwa “pelecehan masih merupakan luka yang belum sembuh.”
Ribuan orang menyambut Paus di jalan-jalan Madrid, sementara ia berkeliling dengan mobil kepausan. Selama kunjungan, Paus dijadwalkan menyampaikan 20 pidato dengan tema empati terhadap migran, anti-demagogi, serta seruan perdamaian. “Saat ini, godaan untuk meraih popularitas dengan mengobarkan api polarisasi tampaknya semakin meningkat daripada berkurang, dan martabat manusia terus dilanggar,” ujarnya.
Leo juga menyoroti peran teknologi dan media sosial dalam memperdalam perpecahan, merujuk pada surat terbarunya tentang bahaya kecerdasan buatan. Ia mengingatkan bahwa umat manusia berada di persimpangan moral seiring pesatnya perkembangan AI.
Dalam pidatonya, Paus menyinggung sejarah Spanyol sebagai negara dengan tradisi koeksistensi antaragama, di mana umat Kristen, Muslim, dan Yahudi pernah hidup berdampingan dan bekerja sama memajukan pengetahuan. “Sejarah Anda sendiri menunjukkan bahwa budaya pertemuan, bukan konfrontasi, adalah yang mendorong stabilitas dan kemakmuran,” katanya.
Kebijakan Spanyol di bawah Perdana Menteri Pedro Sánchez yang meluncurkan program amnesti massal bagi setengah juta imigran turut menjadi sorotan, kontras dengan tren anti-migrasi di banyak negara Barat.
Selain itu, konser Bad Bunny yang berlangsung di Madrid juga sempat disinggung Paus dengan nada bercanda. “Jika mereka dihadapkan pada pertanyaan: apakah mereka ingin melihat Bad Bunny atau Paus, saya pikir banyak yang akan pergi untuk melihat Bad Bunny. Tetapi saya pikir akan ada juga beberapa orang di sini untuk melihat Paus,” ujarnya dalam penerbangan dari Roma.