JAKARTA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan pada Kamis (23/7/2026) bahwa pasukan AS melancarkan serangan baru terhadap target militer Iran, hanya beberapa jam setelah kelompok Houthi Yaman mengklaim menyerang dua kapal tanker minyak Saudi dengan rudal balistik, rudal jelajah, dan drone.
CENTCOM menyebut operasi dimulai pukul 17.30 ET atas perintah Panglima Tertinggi, dengan tujuan “lebih melemahkan kemampuan Iran untuk mengancam pelaut sipil dan kapal komersial di perairan regional.” Komando menegaskan misi akan terus berlanjut, dilansir Türkiyetoday.
Sebelumnya, Houthi mengklaim menargetkan kapal tanker Encela dan Laylia yang terkait Arab Saudi, menyusul deklarasi blokade maritim yang diumumkan pada Senin. Kelompok itu melarang semua kapal yang memuat atau membongkar kargo di pelabuhan Saudi, serta mengancam ekspor minyak melalui Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Eskalasi ini menimbulkan ancaman serius bagi jalur pelayaran global. Arab Saudi telah meningkatkan ekspor melalui Bab el-Mandeb, menjadikan selat tersebut semakin vital bagi pasar energi dunia. Koalisi pimpinan Riyadh memperingatkan akan merespons blokade dengan tegas, sementara misi angkatan laut Uni Eropa menyarankan kapal dagang terkait Israel, AS, atau Saudi menghindari Laut Merah dan Teluk Aden.
Ketegangan bermula dari tudingan Houthi bahwa Riyadh membom Bandara Internasional Sanaa, yang memicu serangan balasan terhadap target Saudi, termasuk Bandara Abha. Pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, menegaskan sikap kelompoknya sebagai pembalasan simetris: “Persamaannya adalah bandara untuk bandara, pelabuhan untuk pelabuhan, dan blokade untuk blokade.”
Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu sebelumnya juga melancarkan kampanye rudal dan drone terhadap pelayaran di Laut Merah selama perang Gaza, yang mengganggu perdagangan global dan memicu respons militer berulang dari AS dan Inggris.