JAKARTA – Donald Trump mendapat sambutan yang tidak ramah saat wajahnya muncul di layar rakasasa Madison Square Garden pada Senin malam (8/6/2026) waktu setempat, sebelum Game 3 final NBA antara New York Knicks dan San Antonio Spurs.
Sorakan ejekan menggema di area ketika Trump ditampilkan selama lebih dari delapan detik, meski ia tetap memberi hormat dengan senyum pada wajahnya. Beberapa saat kemudian, ketika layar video menyorot para pemain Knicks, cemoohan berganti menjadi sorakan meriah.
Trump hadir sebagai tamu pemilik Knicks, James Dolan, dalam final NBA pertama yang digelar di New York sejak 1999. Ia menyaksikan pertandingan dari kotak pemilik dengan pengawalan ketat Secret Service. Di dalam suite tersebut juga hadir Dolan, Menteri Dalam Negeri Doug Burgum, Menteri Transportasi Sean Duffy, serta cucu Trump, Kai. Knicks akhirnya menang 115-111, sementara Trump sempat terlihat tertidur di tengah laga.
Kehadiran presiden menimbulkan pro-kontra di kalangan penggemar. “Dia bisa saja memilih hari lain. Malam ini adalah untuk para penggemar,” kata Joanne Cadden, 53 tahun, pendukung Knicks dari Bronx. Ia menilai pengamanan ketat membuat suasana seperti “penjara.” Rich Becker, penggemar dari Queens, menambahkan, “Ini mengubah segalanya. Apakah seharusnya dia di sini? Saya rasa tidak, tapi dia akan datang.”
Pengamanan ekstra mencakup pagar setinggi 10 kaki, pos pemeriksaan polisi, hingga penutupan beberapa blok di sekitar arena yang disebut NYPD sebagai “zona beku.” Akibatnya, pesta nonton bareng di luar Garden dibatalkan, meski acara serupa di Bryant Park dan Central Park tetap berlangsung.
Meski kehadiran Trump memicu kontroversi, atmosfer pertandingan tetap meriah. Ribuan penggemar memadati arena, termasuk nama-nama besar seperti Spike Lee, Timothée Chalamet, Ben Stiller, Jon Stewart, dan Tracy Morgan. Bagi Tom Meade, 76 tahun, pengalaman itu mengingatkan pada era kejayaan Knicks di tahun 1970-an. “Ini luar biasa,” ujarnya. “Merepotkan memang, tapi kami di sini untuk menikmati tim Knicks.”