Di balik kabut tebal dan hutan lebat yang menyelimuti pegunungan terjal Taiwan, alam menyimpan sebuah mahakarya. Sebuah pohon purba berjenis Taiwania cryptomerioides yang diberi nama resmi “Pedang Langit Sungai Da’an”, dinobatkan sebagai pohon tertinggi di seluruh kawasan Asia Timur.
Pohon raksasa ini menjulang setinggi 84,1 meter—lebih tinggi dari gedung bertingkat 20 lantai! Namun, bagi masyarakat adat Rukai yang mendiami wilayah tersebut, pohon ini memiliki nama kuno yang jauh lebih puitis: “Pohon yang Menyentuh Bulan”.
Misi 10 Tahun Tim “Pemburu Pohon”
Penemuan spektakuler ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan buah keringat dari tim ahli lintas disiplin yang menjuluki diri mereka sebagai “Pencari Pohon Taiwan”. Selama lebih dari satu dekade, kolaborasi pemanjat pohon profesional, ahli ekologi, pakar geologi, hingga spesialis penginderaan jauh ini bertaruh nyawa menembus wilayah-wilayah paling terisolasi di bumi.
Ekspedisi perdana dimulai Agustus 2014 di Kawasan Konservasi Cilan, mengincar kelompok pohon legendaris “Tiga Saudari Chilan” (pohon tertinggi di kelompok ini mencapai 69,3 meter). Tim merangsek ke area sakral di dekat Gunung Benya dan Danau Hantu Besar, yang membutuhkan waktu mendaki selama 4 hari penuh sambil memanggul peralatan berat.
Saat Sinar Laser Ditipu oleh Alam Taiwan
Mengukur raksasa hijau ini dari permukaan tanah adalah misi mustahil. Kontur tanah pegunungan yang curam dan rimbunnya dedaunan kerap menipu mata manusia. Tim akhirnya mengerahkan LiDAR (Light Detection and Ranging), sebuah teknologi pemindaian 3D yang menembakkan sinar laser dari udara untuk memetakan tinggi pohon.
Namun, alam Taiwan terlalu berlekuk-lekuk. Algoritma komputer sempat kewalahan dan menghasilkan tingkat kesalahan ukur hingga 93%!
Solusi justru datang dari gotong royong publik. Sejak tahun 2020, ratusan warga Taiwan sukarela menyisir puluhan ribu data LiDAR untuk menyaring eror sistem. Kerja sama ini melahirkan “Peta Pohon Raksasa Taiwan” di akhir 2022, yang mendeteksi ada 941 pohon berketinggian di atas 65 meter.
Berbekal peta buatan warga itulah, pada Januari 2023 tim berhasil mengunci koordinat “Pedang Langit”. Setelah menyusuri sungai sejauh 20 kilometer dan memanjat langsung ke puncak menggunakan tali ukur manual, angka 84,1 meter resmi tercatat dalam sejarah olahraga dan sains.
Benteng Karbon Terpadat di Dunia
Hingga awal tahun 2026, tim penjelajah ini telah menemukan sepuluh pohon raksasa yang tingginya melampaui 70 meter (dua di antaranya tembus 80 meter). Di dekat Gunung Benya, mereka bahkan menemukan satu hektare hutan yang dihuni oleh 11 pohon monster yang tumbuh berdekatan secara utuh.
Lebih dari sekadar rekor dunia, keberadaan pohon-pohon purba ini adalah paru-paru vital bagi bumi yang sedang memanas.
Berdasarkan riset mendalam tahun 2024, hutan tempat tempat pohon-pohon ini tumbuh memiliki densitas karbon mencapai 1.384,5 Mg per hektare. Angka fantastis ini menobatkan pedalaman Taiwan sebagai area penyimpanan karbon (carbon storage) terpadat di dunia, setara dengan hutan-hutan tua paling kesohor di muka bumi.
“Pohon-pohon yang menyentuh bulan ini bukan hanya keajaiban alam, tetapi juga penjaga lingkungan yang sangat penting,” tulis tim peneliti dalam jurnalnya.
Dengan 258 puncak gunung yang tingginya di atas 3.000 meter, medan maut Taiwan justru menjadi berkah tersendiri. Ketidakberdayaan manusia untuk menjangkaunya telah menciptakan benteng alami yang menjaga warisan purba ini tetap lestari.