Aksi kemanusiaan yang menyejukkan hati datang dari pengusaha rokok ternama asal Pamekasan, Jawa Timur, Haji Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her. Ia memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp50 juta kepada keluarga pria yang tewas akibat aksi pengeroyokan massa di Tabanan, Bali.
Sikap dermawan tersebut mengemuka setelah sebuah video berdurasi 1 menit 30 detik mendadak viral di media sosial pada Senin (27/7/2026). Dalam rekaman tersebut, Haji Her melakukan video call secara langsung dengan keluarga almarhum usai tersambung melalui bantuan warga setempat.
“Saya kasih Rp50 juta, saya transfer ya. Yang sabar ya,” ucap Haji Her saat menyapa anak perempuan korban yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
Momen Haru: Dari Histeris Hingga Ukir Senyuman
Di layar kaca video call, putri almarhum bernama Keisya tampak masih mengalami trauma berat. Beredar video sebelumnya yang memperlihatkan Keisya menangis histeris memanggil nama sang ayah saat proses pemakaman berlangsung.
Saat disapa Haji Her, Keisya terlihat memeluk guling dan menutup wajahnya dengan bantal. Momen haru berubah menjadi hangat saat kerabat di samping Haji Her mencoba menghibur dan merangkul bocah mungil tersebut.
Perekam video di samping Haji Her berusaha membesarkan hati Keisya dengan menganggapnya sebagai bagian dari keluarga sendiri.
Keisya yang semula tampak syok mendadak mengukir senyuman tipis saat mendengar kalimat penuh kasih sayang tersebut.
“Ini ayahnya Keisya juga, ini Abah Her juga ayahnya Keisya. Di sini ayahnya Keisya semua. Keisya, senyum nak. Keisya senyum sayang, bahagia ya nak,” tutur wanita perekam video yang mendampingi Haji Her.
Tanpa berbelit-belit, Haji Her langsung meminta nomor rekening istri almarhum (ibu kandung Keisya) untuk segera mengirimkan bantuan senilai Rp50 juta tersebut demi menyokong kebutuhan hidup dan sekolah Keisya.
Sebelumnya, peristiwa tragis menimpa seorang pria asal Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng. Korban menghembuskan napas terakhir usai dikeroyok massa akibat dipergoki warga diduga hendak mencuri seekor ayam aduan berharga fantastis di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan, pada Jumat (24/7/2026) dini hari.
Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan, terlebih almarhum diketahui sempat melunasi biaya sekolah anaknya sebelum insiden mematikan tersebut terjadi.