LEBAK – Program BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) menjadi penopang bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan pengobatan tanpa terbebani biaya.
Salah satu penerima manfaatnya adalah Deris Susanto, mantan pekerja bangunan asal Lebak, Banten, yang mengidap gagal ginjal sejak 2018.
Untuk mempertahankan kesehatannya, Deris harus menjalani prosedur cuci darah sebanyak dua kali setiap pekan di Rumah Sakit Kartini, Lebak.
Di tengah beratnya perjuangan menghadapi penyakit tersebut, BPJS PBI memastikan seluruh biaya pengobatan Deris ditanggung pemerintah.
“Dari awal divonis tahun 2018 sampai sekarang, saya tidak pernah dikenai biaya sepeser pun, semuanya gratis. Dulu untuk bergerak saja tidak bisa, sekarang alhamdulillah kondisi membaik dan sudah bisa berjalan lagi,” ungkap Deris.
Selain pembiayaan penuh, Deris juga merasakan pelayanan medis yang ramah, cepat, dan setara dengan pasien umum.
“Di rumah sakit semuanya ramah dan sangat membantu. Tidak ada istilah dibeda-bedakan atau dinomorduakan karena gratis, semuanya dilayani sama rata,” ucap Deris bersyukur.
Pengalaman tersebut memberikan ketenangan bagi Deris dan keluarganya karena pengobatan dapat terus berjalan tanpa kekhawatiran terhadap biaya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keberlanjutan program yang membantu masyarakat kurang mampu memperoleh akses layanan kesehatan.
Pemerintah melalui Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan terus memperkuat pelaksanaan BPJS PBI agar bantuan iuran dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kisah lengkap perjuangan Deris menjalani pengobatan gagal ginjal dapat disaksikan melalui Podcast Sinergi Indonesia di kanal YouTube resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI.***