JAKARTA – Victor Wembanyama mulai menunjukkan performa terbaiknya bersama San Antonio Spurs setelah melewati awal musim NBA 2026-2027 yang kurang meyakinkan.
Bintang asal Prancis itu kini tampil lebih agresif, produktif, dan dominan, sekaligus memperlihatkan keseriusannya mengejar penghargaan Most Valuable Player (MVP).
Kebangkitan Wembanyama menjadi kabar penting bagi Spurs setelah penampilan perdananya melawan Oklahoma City Thunder sempat jauh dari harapan.
Mengutip Air Alamo, Jumat (30/10/2026) dalam pertandingan tersebut, ia hanya mencetak 12 poin, meskipun berhasil mengumpulkan 13 rebound dan enam blok.
Namun, Wembanyama segera memperbaiki penampilannya dengan mencatatkan 25 poin dan 13 rebound saat menghadapi Houston Rockets.
Ia kemudian membukukan 23 poin melawan Dallas Mavericks, sebelum mengamuk dengan 29 poin, 10 rebound, dan lima blok ketika berhadapan dengan Sacramento Kings.
Penampilan terbarunya bahkan lebih mengesankan saat Spurs mengalahkan Utah Jazz dengan skor 117-111 melalui perpanjangan waktu.
Wembanyama menjadi pemain paling menonjol dengan torehan 36 poin, 14 rebound, lima assist, tiga steal, dan dua blok.
Catatan tersebut menjadi bukti peningkatan konsistensi pemain berjuluk The Alien tersebut dalam mengangkat performa tim.
Hingga lima pertandingan NBA musim ini, Wembanyama mencatatkan rata-rata 25 poin, 11,4 rebound, 2,8 assist, dan 3,8 blok per pertandingan.
Belajar dari Kegagalan Mengejar MVP
Ambisi Wembanyama meraih MVP bukan tanpa alasan setelah musim sebelumnya ia harus puas berada di posisi ketiga dalam pemungutan suara.
Saat itu, Shai Gilgeous-Alexander keluar sebagai pemenang, sementara Nikola Jokic juga memperoleh dukungan lebih banyak dibandingkan bintang Spurs tersebut.
Wembanyama sebelumnya mengandalkan kemampuan bertahan yang luar biasa untuk menarik perhatian pemilih, tetapi kontribusi ofensifnya baru meningkat pada paruh kedua musim.
Ia akhirnya mampu mencapai rata-rata 25 poin per pertandingan menjelang akhir kompetisi, meskipun peningkatan tersebut belum cukup untuk mengantarkannya meraih penghargaan tertinggi individu NBA.
Kini, Wembanyama tampaknya tidak ingin kembali mengulang pengalaman tersebut dan bertekad tampil produktif sejak awal musim.
Setelah mencatatkan pertandingan pertamanya dengan 30 poin lebih musim ini, ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut seharusnya bukan sesuatu yang istimewa.
“Ini bukan sesuatu yang seharusnya jarang terjadi atau dianggap luar biasa, semuanya hanya soal terus berlatih dan mendapatkan pengalaman bermain,” kata Wembanyama kepada media.
Spurs Punya Peluang Memaksimalkan Momentum
Jadwal pertandingan San Antonio Spurs dalam beberapa pekan mendatang juga membuka peluang bagi Wembanyama untuk mempertahankan produktivitasnya.
Sejumlah lawan yang akan dihadapi antara lain Utah Jazz, Chicago Bulls, New Orleans Pelicans, LA Clippers, dan Sacramento Kings.
Rangkaian pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Wembanyama untuk terus meningkatkan statistik sekaligus membantu Spurs memperkuat posisi di Wilayah Barat.
Namun, konsistensi tetap menjadi tantangan karena perjalanan menuju penghargaan MVP membutuhkan performa impresif sepanjang musim, bukan hanya beberapa pertandingan.
Pesan legendaris Gregg Popovich, “I want some nasty” atau “Saya ingin kalian bermain lebih garang”, juga kembali relevan dengan karakter permainan yang diharapkan dari Spurs.
Dengan kemampuan menyerang yang semakin berkembang dan pertahanan yang tetap menjadi kekuatan utama, Wembanyama memiliki modal besar untuk kembali masuk persaingan MVP NBA.
Kini, tantangan sebenarnya adalah mempertahankan dominasi tersebut hingga akhir musim.***