JAKARTA – Media resmi pemerintah Iran, IRNA, menegaskan bahwa Teheran tidak akan menyerahkan kendali atas Selat Hormuz dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat. Laporan tersebut sekaligus memperingatkan agar media tidak berspekulasi mengenai isi nota kesepahaman yang tengah dibahas untuk mengakhiri perang.
IRNA menulis bahwa Iran tidak berkomitmen untuk mengembalikan pengelolaan jalur perairan strategis itu kepada pihak lain. Satu-satunya poin yang disebutkan adalah normalisasi transit setelah perang berakhir, pembentukan keamanan maritim oleh negara-negara pesisir, pengakhiran blokade ilegal, serta penghapusan ancaman terhadap pelayaran komersial oleh AS dan Israel.
“Atas permintaan Iran, AS tidak akan memiliki peran apa pun dalam pengelolaan Selat Hormuz di masa mendatang,” tulis laporan tersebut, dilansir The Guardian, Jumat (12/6/2026). IRNA menambahkan, pengelolaan selat akan didasarkan pada inisiatif Iran bersama negara-negara kawasan, dan pembahasan masa depan selat tidak akan dimasukkan dalam negosiasi lanjutan. Teheran disebut akan langsung membicarakan hal ini dengan Oman.
Dengan pernyataan ini, Iran menegaskan posisi tegasnya untuk mempertahankan kedaulatan penuh atas jalur vital perdagangan minyak dunia tersebut.