JAKARTA – Marcus Rashford menghadapi tantangan besar untuk menghidupkan kembali kariernya di Manchester United setelah kembali dari dua periode peminjaman bersama Aston Villa dan Barcelona.
Penyerang berusia 28 tahun itu akan bergabung dengan skuad yang kini telah berubah di bawah arahan Michael Carrick dan harus bersaing memperebutkan tempat utama.
Posisi Rashford dinilai tidak lagi sekuat beberapa musim lalu karena Manchester United kini memiliki banyak opsi baru di lini depan.
Perjalanan Rashford menuju Old Trafford juga dibayangi keraguan mengenai komitmennya kepada klub setelah sebelumnya mengutarakan keinginan mencari tantangan baru.
Komentator talkSPORT, Hugh Woozencroft, seperti dilansir FOX Sport, Selasa (28/7/2026) menilai Manchester United tidak bisa begitu saja yakin Rashford telah berubah sepenuhnya.
Ia mengatakan, “Rashford pernah menyatakan ingin mencari tantangan baru dan kecuali Anda benar-benar yakin 100 persen bahwa ia sepenuhnya berkomitmen kepada Manchester United, sulit mempercayainya karena sebelumnya ia sudah menunjukkan komitmennya tidak sepenuhnya ada.”
Mantan pemain Timnas Inggris, Micky Gray, menilai Rashford wajib menjelaskan alasan kepergiannya sekaligus menunjukkan keseriusan untuk membela Manchester United lagi.
Gray berkata, “Hal terpenting adalah jika Rashford masih memiliki masa depan di Manchester United, ia harus menyampaikan pernyataan besar mengenai alasan ingin bertahan serta menjelaskan mengapa dulu memilih meninggalkan klub, dan itu harus menjadi prioritas utamanya.”
Meski tampil impresif bersama Barcelona dengan mencetak 14 gol serta membantu klub meraih gelar La Liga, situasi Rashford di Manchester United diperkirakan jauh berbeda.
Gray menilai Rashford harus siap menerima peran yang lebih terbatas apabila tetap bertahan di Old Trafford.
Menurutnya, “Jika ia bertahan, Rashford harus terbiasa menjadi pemain pelapis karena bukan lagi pilihan utama, mengingat Bryan Mbeumo, Matheus Cunha, Benjamin Sesko, hingga Amad sudah mampu menyamai bahkan melampaui levelnya.”
Gray juga mengingatkan bahwa intensitas Premier League jauh lebih tinggi dibanding kompetisi di Spanyol.
Ia menambahkan, “Sepak bola Spanyol berbeda dengan Inggris, sehingga Rashford harus mempersiapkan kondisi fisiknya secara maksimal selama pramusim karena Premier League dimainkan dengan tempo yang sangat tinggi.”
Di level internasional, Rashford tetap menjadi bagian penting Timnas Inggris pada Piala Dunia 2026.
Ia tampil dalam enam dari delapan pertandingan Inggris dan menyumbang satu gol saat kemenangan 4-2 atas Kroasia yang membawa The Three Lions finis di posisi ketiga.
Meski demikian, Gray menilai performa Rashford di tim nasional belum cukup menjadi jaminan sukses di level klub.
Ia mengatakan, “Kami melihat sisi terbaik dan terburuk Rashford di Piala Dunia, sehingga Manchester United harus menemukan cara agar hanya versi terbaiknya yang muncul jika ia tetap berada di klub.”
Sementara pembahasan mengenai masa depannya masih berlangsung, Manchester United juga dikabarkan mempertimbangkan opsi transfer lain.
Klub disebut tertarik merekrut gelandang AS Roma, Manu Kone, tetapi belum bersedia memenuhi harga yang diminta sebesar 60 juta euro atau sekitar Rp1,14 triliun (kurs sekitar Rp19.000 per euro).
Sebagai alternatif, Manchester United dikabarkan mempertimbangkan skema pertukaran pemain yang melibatkan Rashford.
Pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini, disebut mengagumi kualitas teknis Rashford, tetapi negosiasi dipersulit oleh besarnya gaji sang pemain.
Saat ini Rashford menerima bayaran sekitar 11 juta euro bersih per musim atau sekitar Rp209 miliar per tahun, angka yang dinilai berada di luar kemampuan finansial AS Roma.***



