Kemenangan perdana Pedro Acosta di kelas utama MotoGP pada GP Austria 2026 menjadi momen emosional yang sangat bersejarah. Hasil manis di Red Bull Ring tersebut disebut Acosta sebagai cara paling indah untuk “menutup lingkaran perjalanan” (close a circle) bersama KTM, mengingat dirinya akan berpisah dengan pabrikan asal Austria itu pada akhir musim 2026.
Pembalap muda bertalenta asal Spanyol tersebut meniti seluruh karier Grand Prix bersama struktur KTM. Ia langsung menjuarai Moto3 pada musim debutnya di 2021, sebelum merebut gelar juara dunia Moto2 pada 2023.
Naik kelas ke MotoGP pada 2024 bersama tim satelit Tech3 KTM, Acosta langsung mencuri perhatian lewat podium perdana di Portugal. Namun, podium tertinggi kelas utama baru berhasil ia renggut pada Minggu (20/9/2026), usai menundukkan duet Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, di kandang sendiri.
Momen Emosional di Parc Ferme
Kemenangan ini terasa kian manis karena datang tepat sehari setelah Acosta mengalami kecelakaan tragis saat memimpin balapan Sprint Race.
“Saya masih ingat kemenangan terakhir saya di Indonesia saat di Moto2 (2023). Kemenangan pertama di MotoGP tentu terasa sangat spesial. Ini cara yang manis untuk menutup perjalanan bersama KTM, tepat di hadapan ribuan pendukung mereka,” ujar Acosta di parc ferme usai balapan.
Acosta juga mendedikasikan trofi utamanya untuk jajaran mekanik dan kru tim yang terus mempercayainya meski ia sempat membuat kesalahan fatal sehari sebelumnya.
“Banyak sekali bendera KTM di sekeliling sirkuit. Saya sangat bahagia untuk mereka karena mereka lebih layak mendapatkannya dibanding saya. Ada begitu banyak orang hebat yang tetap mendukung saat saya melakukan kesalahan konyol kemarin,” tambahnya.
Kepala Mekanik Acosta, Paul Trevathan, tak sanggup menyembunyikan rasa harunya.
“Ini akhir pekan yang penuh dinamika naik dan turun. Dia punya kecepatan, tapi kemarin adalah bencana baginya. Untuk bangkit dan menang seperti ini sungguh fantastis. Anak ini memberikan segalanya untuk kami, saya sangat bangga,” tutur Trevathan.
Kemenangan Acosta memutus dahaga kemenangan KTM di MotoGP yang telah berlangsung sejak GP Indonesia 2022 melalui Miguel Oliveira. Ini juga menjadi kemenangan ketiga KTM di kandang sendiri, mengikuti jejak Oliveira (2020) dan Brad Binder (2021).
Kendati demikian, pencapaian luar biasa ini menghadirkan rasa manis sekaligus pahit bagi pabrikan Austria tersebut. Musim 2026 menjadi tahun terakhir kebersamaan mereka, setelah Acosta resmi menandatangani kontrak jangka panjang untuk membela tim pabrikan Ducati Lenovo mulai musim 2027.