JAKARTA – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 mengguncang kawasan barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, pada Senin (15/6/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di daratan sekitar 209 kilometer barat laut Pulau Karatung.
Lokasi gempa tercatat berada pada koordinat 5,60 Lintang Utara dan 125,39 Bujur Timur.
Sementara itu, gempa terjadi pada kedalaman relatif dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan bumi.
Kedalaman yang tergolong dangkal tersebut membuat getaran gempa dapat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah sekitar pusat aktivitas seismik.
BMKG melaporkan bahwa guncangan gempa dirasakan warga di Naha, Kabupaten Kepulauan Sangihe, dengan intensitas II hingga III pada Skala Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala tersebut, getaran umumnya dirasakan oleh sebagian orang di dalam rumah dan dapat menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Meski getaran cukup terasa, hingga laporan ini disampaikan belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat peristiwa tersebut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi terkait gempa yang terjadi.
BMKG juga mengingatkan warga agar selalu mengikuti perkembangan informasi resmi melalui kanal resmi lembaga tersebut guna memperoleh data yang akurat dan terkini mengenai aktivitas kegempaan.
Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa wilayah Indonesia berada di kawasan cincin api Pasifik yang memiliki tingkat aktivitas tektonik tinggi sehingga berpotensi mengalami gempa bumi sewaktu-waktu.
Data Gempa BMKG
- Magnitudo: 5,7
- Waktu Kejadian: 15 Juni 2026, pukul 22.30 WIB
- Lokasi: 5,60 LU – 125,39 BT
- Kedalaman: 10 kilometer
- Pusat Gempa: Daratan, 209 kilometer barat laut Pulau Karatung
- Wilayah Dirasakan: Naha (Skala II–III MMI)