JAKARTA – Bank Mandiri mendukung penyelenggaraan 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 yang akan digelar Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) di Indoor Tennis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada 1–5 Agustus 2026.
Kejuaraan bergengsi yang akan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara Asia itu kini memasuki tahap pemantapan persiapan. PBTI memastikan seluruh aspek penyelenggaraan disiapkan secara maksimal agar kompetisi berlangsung sesuai standar internasional.
Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, mengatakan ajang tersebut memiliki arti penting bagi perkembangan taekwondo nasional sekaligus menjadi bukti kesiapan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga kelas dunia.
“Bagi komunitas Taekwondo Indonesia, ajang ini bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, Indonesia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional yang memenuhi standar dunia,” ujarnya.
Menurut Richard, keberhasilan menggelar kejuaraan internasional secara berkelanjutan akan memberikan dampak positif terhadap pembinaan olahraga nasional. Selain membuka kesempatan bagi atlet untuk merasakan atmosfer persaingan tingkat tinggi, ajang ini juga menjadi sarana peningkatan kapasitas bagi pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan.
“Dukungan wasit bersertifikat, pelatih, atlet, manajer pertandingan, hingga tenaga teknis berpengalaman menjadi modal utama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai standar internasional,” katanya.
Pada kejuaraan tersebut, panitia akan mempertandingkan dua nomor utama, yakni Poomsae dan Kyorugi. Nomor Poomsae kategori Recognized dan Freestyle akan berlangsung pada 1–2 Agustus 2026, sedangkan nomor Kyorugi kategori senior putra dan putri dijadwalkan digelar pada 3–5 Agustus 2026.
Untuk menunjang pelaksanaan pertandingan, panitia menyiapkan tiga arena kompetisi beserta berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang VIP, ruang direktur pertandingan, area atlet dan ofisial, hingga kantin, kafe, dan ruang berpendingin udara bagi peserta serta tamu undangan.
PBTI menargetkan seluruh proses pendaftaran peserta rampung pada Juli 2026. Setelah penutupan pendaftaran, panitia akan melaksanakan registrasi ulang sekaligus menyambut kedatangan Technical Delegate, Competition Supervisory Board, serta para wasit internasional yang akan bertugas selama kejuaraan.
Selain itu, sejumlah agenda pendukung juga telah disiapkan menjelang pelaksanaan turnamen, termasuk program penyegaran bagi wasit internasional dan technical meeting untuk memastikan seluruh aspek teknis pertandingan berjalan sesuai regulasi.
Bagi Indonesia, penyelenggaraan 8th Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga kesempatan bagi atlet nasional untuk mengukur kemampuan menghadapi para pesaing terbaik Asia di kandang sendiri. Kejuaraan ini sekaligus diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan dan penyelenggaraan taekwondo di kawasan Asia Tenggara.