JAKARTA – Donald Trump meresmikan pesawat kepresidenan sementara VC-25B Bridge, sebuah Boeing 747 buatan Qatar yang telah dimodifikasi, di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Jumat (19/6/2026). Pesawat senilai $400 juta itu memicu protes politik karena dianggap melampaui batas hadiah tak diminta yang ditetapkan pemerintah AS.
Jet baru dengan corak merah, putih, biru tua, dan emas ini akan berfungsi sebagai penghubung hingga dua pesawat kepresidenan generasi berikutnya tiba pada 2027–2028. Biaya konversi pesawat Qatar diperkirakan mencapai $1 miliar, sementara proyek dua pesawat baru membengkak dari $3,7 miliar menjadi $5 miliar.
Trump menepis kritik dengan menyebut tawaran Qatar terlalu berharga untuk ditolak. “Dia orang yang fantastis,” ujar Trump tentang emir Qatar, dilansir, The Guardian, Sabtu (20/6/2026). “Pesawat ini dianggap sebagai pesawat paling mewah di dunia.” Pentagon menegaskan penerimaan pesawat sesuai aturan federal.
Meski memenuhi standar kepresidenan, sejumlah modifikasi diringkas demi mempercepat pengiriman. Angkatan Udara menekankan keselamatan presiden tetap prioritas. Pesawat ini akan memimpin formasi penerbangan pada perayaan 4 Juli mendatang.
Penghentian operasional Boeing 747-200 dengan nomor ekor 29000 menandai berakhirnya era Air Force One lama, sementara pesawat pendamping 28000 akan terus beroperasi bersama VC-25B.
Kontroversi muncul terkait kemungkinan penggunaan pribadi setelah Trump meninggalkan jabatan pada 2028, namun biaya operasional tinggi—$180.000 hingga $200.000 per jam—dinilai membuat hal itu tidak realistis.


