JATENG – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama PT PLN (Persero) terus mempercepat pemerataan akses energi melalui Program Listrik Desa (Lisdes) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sebagai langkah nyata mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, saat melakukan penyalaan simbolis listrik bagi salah satu penerima manfaat BPBL 2026 di Desa Hardimulyo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Jumat (19/6), menegaskan bahwa akses listrik merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia.
“Bagaimana orang bisa sekolah pintar, bagaimana orang bisa akses informasi dari luar maupun dari dalam cepat. Bagaimana anak-anak SD bisa sekolah yang baik kalau tidak ada akses digitalisasi. Jadi saya pikir ini (listrik) salah satu infrastruktur dasar yang harus dilakukan,” tutur Bahlil.
Pemerintah terus memastikan masyarakat prasejahtera dapat menikmati akses listrik, salah satunya melalui Program BPBL. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan Program BPBL menjangkau 225.000 rumah tangga di seluruh Indonesia, termasuk 24.000 rumah tangga di Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, sepanjang tahun 2025 Program BPBL telah terealisasi bagi 220.845 rumah tangga di seluruh Indonesia, dengan 19.161 rumah tangga di antaranya berada di Provinsi Jawa Tengah.
Di kesempatan yang sama, Bahlil juga meninjau realisasi Program Lisdes 2025, ia menyampaikan bahwa percepatan pemerataan akses listrik merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), dapat menikmati manfaat pembangunan secara merata.
“Memang saudara-saudara kita yang belum dapat listrik itu adalah selalu jauh dengan akses gardu induk. Jadi secara bisnis oleh PLN nggak masuk, maka pemerintah harus hadir. Karena arahan Bapak Presiden itu bukan persoalan mahalnya, tapi pelayanannya. Karena setiap warga negara punya hak yang sama untuk negara hadir dalam memberikan listrik,” ujar Bahlil.
Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, pemerintah terus memperluas infrastruktur kelistrikan melalui Program Lisdes. Sepanjang tahun 2025, Program Lisdes telah terealisasi di 1.403 lokasi di seluruh Indonesia, termasuk 113 lokasi di Provinsi Jawa Tengah.
Pemerintah akan melanjutkan upaya tersebut pada tahun 2026 dengan target pembangunan infrastruktur kelistrikan di 1.520 lokasi secara nasional, termasuk 16 lokasi di Provinsi Jawa Tengah.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan kesiapan PLN untuk mendukung agenda pemerataan akses listrik hingga ke wilayah 3T sesuai arahan Kementerian ESDM.
Sepanjang tahun 2025, PLN telah membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 4.856,17 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 3.662,68 kilometer sirkuit, serta gardu distribusi dengan kapasitas 105.280 kilovolt ampere (kVA) untuk merealisasikan Program Lisdes di 1.403 lokasi.
“PLN siap menjalankan amanah pemerintah untuk menghadirkan akses listrik yang merata hingga ke pelosok negeri. Melalui Program Lisdes, kami terus memperluas infrastruktur kelistrikan agar semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah 3T, dapat menikmati listrik sekaligus mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional,” jelas Darmawan.
Pemerataan akses listrik juga diperkuat melalui Program BPBL yang diinisiasi oleh Kementerian ESDM. Upaya tersebut menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru listrik meskipun jaringan listrik telah tersedia di wilayahnya.
“Program BPBL ini membantu menjembatani masyarakat yang sudah berada di wilayah berlistrik namun belum mampu melakukan penyambungan. Dengan hadirnya listrik, masyarakat dapat meningkatkan produktivitas, mendukung pendidikan anak, serta memperbaiki kualitas hidup keluarga,” kata Darmawan.
Salah satu penerima manfaat Program Lisdes dan BPBL, Markamah (58), yang sehari-hari bekerja sebagai penganyam bambu, merasakan manfaat listrik yang membuatnya dapat meningkatkan produktivitas hingga malam hari.
”Alhamdulilah sudah punya (listrik) sendiri. Makasih sama bapak Menteri, yang telah membantu saya. Jadi saya sangat senang sekali, sangat bermanfaat untuk saya dan keluarga saya. Kalau malem-malem saya bisa jadi lembur bikin besek ini,” pungkas Markamah.