Manajemen Aprilia Racing akhirnya mengambil sikap tegas dan dewasa terkait skandal pemukulan petugas sirkuit yang dilakukan oleh pembalap andalan mereka, Marco Bezzecchi. CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, secara terbuka melayangkan permohonan maaf kepada marshal yang menjadi korban kebrutalan sang pembalap di Sirkuit Brno.
Sikap ksatria ini diambil setelah FIM Appeal Stewards menolak mentah-mentah upaya banding Aprilia dan tetap mengharamkan Bezzecchi untuk ikut serta dalam balapan utama MotoGP Ceko.
“Pertama-tama, kami ingin meminta maaf secara tulus kepada marshal tersebut. Kedua, kami menerima hukuman ini. Kami sama sekali tidak menoleransi perilaku kekerasan seperti itu,” tegas Rivola saat diwawancarai di area pit lane.
Alasan Aprilia Sempat Ajukan Banding
Meskipun mengutuk aksi main tangan Bezzecchi, Rivola blak-blakan mengungkap alasan mengapa timnya sempat mencoba membela sang pemimpin klasemen pada Sabtu malam. Menurutnya, hukuman langsung dilarang balapan dirasa terlalu kejam jika berkaca pada kasus-kasus masa lalu.
Di masa lalu, pembalap seperti Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli hanya dijatuhi denda atau skorsing sesi latihan karena mengabaikan instruksi marshal.
Menariknya, ini bukan kali pertama Bezzecchi berulah. Pada tahun 2022 di Valencia, ia juga pernah didenda karena kedapatan mendorong seorang marshal pasca-kecelakaan.
Namun, Aprilia memilih legawa dan tidak akan membawa kasus ini lebih jauh ke Pengadilan Banding Internasional (CAI). “Sudah berakhir. Sekarang fokus kami langsung beralih ke seri Assen,” lanjut Rivola.
Pernyataan Menohok FIM: “Kekerasan Fisik Sangat Haram!”
Dalam surat keputusan resminya, FIM Appeal Stewards memberikan tamparan keras bagi dunia balap profesional terkait pentingnya menjaga keselamatan para relawan sirkuit.
“Kekerasan fisik terhadap marshal sama sekali tidak dapat diterima di dunia motorsport profesional dan tidak akan ditoleransi dalam situasi apa pun. Jika kami tidak merespons tindakan ini dengan tegas, kami berisiko mengirimkan pesan yang salah kepada seluruh kompetitor di kejuaraan ini,” bunyi rilis resmi FIM.
Internal Aprilia yang Mulai Retak dan Berdarah-darah
Insiden Bezzecchi ini melengkapi rapor merah manajemen Aprilia yang tampak mulai kewalahan mengatur ego para pembalapnya musim ini. Sebelum insiden Brno, Aprilia sudah diguncang serangkaian friksi internal.
Rekan setimnya, Jorge Martin, menjadi biang kerok tabrakan beruntun di tikungan pertama yang turut menyeret Bezzecchi hingga gagal finis. Terjadi pula ketegangan di lintasan yang melibatkan Jorge Martin dan pembalap satelit Trackhouse Aprilia, Raul Fernandez.
Saat ditanya apakah rentetan blunder konyol ini akan menghancurkan peluang Aprilia merebut gelar juara dunia musim ini, Massimo Rivola tetap mencoba optimistis.
“Saya pikir jalan menuju tangga juara dunia masih sangat, sangat panjang. Kami memiliki motor yang kompetitif dan deretan pembalap yang luar biasa. Jadi, ruang untuk bertarung masih terbuka lebar bagi semua orang, termasuk bagi kami,” pungkas sang bos besar.


