Keputusan radikal FIM Stewards yang menjatuhkan sanksi larangan balapan (banned) kepada sang pemimpin klasemen, Marco Bezzecchi, terus memantik reaksi dari berbagai tokoh besar. Kali ini, legenda hidup sembilan kali juara dunia, Valentino Rossi, ikut angkat bicara mengenai insiden pemukulan petugas sirkuit (marshal) yang mengguncang paddock MotoGP Ceko 2026 tersebut.
Rossi mengakui bahwa tindakan emosional yang dilakukan pembalap Aprilia itu adalah sebuah kesalahan besar, namun ia sama sekali tidak menduga jika hukumannya bakal sekejam ini.
Kronologi Versi Korban: “Dia Pikir Saya Sengaja”
Petugas sirkuit yang menjadi korban amukan Bezzecchi, Ladislav, akhirnya buka suara kepada TNT Sport. Ia membeberkan secara detail detik-detik menegangkan di Tikungan 3 Sirkuit Brno pasca-kecelakaan Sprint Race hari Sabtu.
Ladislav berlari berniat mengevakuasi motor Aprilia RS-GP milik Bezzecchi yang masih menyala. Saat ia menarik tuas kopling untuk mendirikan motor, ban belakang justru mendadak berputar dan mesin motor menggerung keras (revving).
Karena panik motor hampir lepas kendali, Ladislav mencoba menurunkannya lagi. Sialnya, putaran mesin justru makin melengking tinggi. “Dia (Bezzecchi) mungkin mengira saya sengaja melakukan itu. Padahal itu murni kecelakaan teknis. Lalu, semua orang melihat sendiri apa yang terjadi selanjutnya (saya dipukul),” tutur Ladislav yang mengaku sempat syok berat.
Ladislav sendiri mencoba memaklumi kondisi psikologis Bezzecchi yang sedang stres berat karena kehilangan poin penting saat berada di posisi 5 besar. Pada Minggu pagi, Bezzecchi juga sudah mendatangi langsung posko tempat Ladislav bertugas untuk meminta maaf sambil berurai air mata.
Bos Aprilia Sebut Sanksi ‘Lebay’ dan Tebang Pilih
Sikap terkejut Valentino Rossi ternyata sejalan dengan pandangan CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola. Ia mengutuk tindakan main tangan Bezzecchi, namun tetap mengkritik FIM Stewards yang dinilai tidak konsisten dalam menjatuhkan hukuman jika berkaca pada kasus-kasus pelanggaran di masa lalu.
“Alasan utama kami mengajukan banding di awal adalah karena kami merasakan adanya ketidakberimbangan (disproportion) antara tindakan dengan hukuman yang dijatuhkan, berkaca pada kasus-kasus serupa sebelumnya,” semprot Rivola.
Meski sempat protes keras, Aprilia memilih legawa dan menolak memperpanjang drama ini. “Tapi semuanya sudah diputuskan. Sekarang kami hanya ingin fokus menatap seri berikutnya di Assen.”
Absennya Bezzecchi di balapan utama hari Minggu ini dipastikan menjadi berkah luar biasa bagi Jorge Martin dan Marc Marquez untuk memotong defisit poin di papan klasemen juara dunia MotoGP 2026.