Juara bertahan MotoGP, Marc Marquez, resmi menghidupkan kembali peluangnya dalam perebutan mahkota juara dunia 2026. Lewat performa luar biasa di Sirkuit Brno pada hari Minggu, pembalap pabrikan Ducati ini sukses mengemas kemenangan ketiganya dari empat balapan terakhir.
Awalnya, posisi Marquez sempat dianggap habis setelah terlempar 102 poin di belakang andalan Aprilia, Marco Bezzecchi, pasca-GP Mugello—balapan pertamanya usai menjalani operasi bahu. Namun, The Baby Alien langsung mengamuk dengan menyapu bersih kemenangan sempurna (double winner) di Balaton Park, meraih podium ketiga di Sprint Race Brno, dan puncaknya mengunci podium tertinggi di balapan utama GP Ceko.
Hari-Hari Kelam Marco Bezzecchi: Kehilangan 67 Poin!
Berbanding terbalik dengan momentum emas Marquez, Marco Bezzecchi justru sedang terjebak dalam mimpi buruk yang berkepanjangan sejak kemenangan emosionalnya di Italia. Dari total 74 poin maksimal yang bisa diraih dalam beberapa seri terakhir, Bezzecchi secara tragis hanya mampu mengais 7 poin saja.
Rentetan kesialan Bezzecchi terjadi secara beruntun:
-
GP Hungaria: Langsung tersingkir di awal balapan setelah ditabrak oleh rekan setimnya sendiri, Jorge Martin.
-
Sprint Race Brno: Mengalami kecelakaan tunggal pada hari Sabtu.
-
Skandal Pemukulan: Puncaknya, ia dijatuhi sanksi larangan balapan pada hari Minggu akibat lepas kendali dan memukul seorang petugas sirkutis (marshal) pasca-kecelakaan.
Akibatnya, Marquez yang kini bertengger di peringkat keempat klasemen hanya terpaut 40 poin saja dari Bezzecchi dengan 13 seri tersisa musim ini.
Bos Aprilia: “Kami Sudah Takut pada Marquez Sejak Seri Pertama”
Melihat kebangkitan agresif Marquez, CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, mengakui bahwa timnya kini harus segera berbenah dan berhenti melakukan kesalahan sendiri.
Di sisi lain, Jorge Martin sebenarnya berhasil menipiskan jarak dengan Bezzecchi menjadi hanya 8 poin. Sayangnya, Martin gagal memanfaatkan absennya Bezzecchi secara maksimal karena ia harus menjalani hukuman double long-lap penalty akibat insiden di Balaton, sehingga hanya bisa finis di posisi kesembilan.
Cahaya Terang dari Ai Ogura: “Tapi Marc Tetaplah Marc”
Meskipun dua pembalap tim pabrikannya dilanda drama, Aprilia sedikit bernapas lega berkat performa sensasional pembalap Trackhouse Aprilia, Ai Ogura. Pembalap asal Jepang ini mencetak sejarah dengan meraih pole position perdana di kelas utama dan sukses finis sebagai runner-up di sesi Sprint maupun balapan utama, tepat 0,4 detik di belakang Marquez.
Rivola pun memberikan pujian tinggi sekaligus sedikit ratapan halus atas dominasi Marquez.
“Saya sangat bahagia untuk Ai Ogura, dia sangat layak berada di sana. Saya sempat berharap dia menang karena dia pantas mendapatkannya, tapi ya… Marc tetaplah Marc,” tutur Rivola.
Rivola juga memuji ketangguhan Raul Fernandez yang tetap membalap meski sempat didera masalah usus buntu. Ia menyadari paket motor Aprilia sangat kuat, namun para pembalapnya terkadang terlalu emosional di lintasan. “Tugas kami sekarang adalah mengelola emosi mereka, dan saya bertanggung jawab penuh untuk itu,” pungkasnya.
Pertempuran sengit berikutnya akan langsung bergeser ke Sirkuit Assen, Belanda, yang akan dimulai pada hari Jumat ini.