JAKARTA — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berjanji akan membenahi layanan transportasi Kepulauan Seribu agar setara dengan wilayah Jakarta lainnya, salah satunya dengan mengalihkan pengelolaannya dari Dinas Perhubungan ke PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mulai tahun depan.
Pramono menekankan pentingnya asas keadilan bagi seluruh warga ibu kota tanpa terkecuali, termasuk mereka yang bermukim di pulau-pulau terluar.
“Yang pertama, kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Pulau Seribu,” kata Pramono di sela peluncuran *Call Center* Dinas Perhubungan (Dishub) DKI di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).
Alih Kelola ke TransJakarta Mulai Tahun Depan
Guna merealisasikan janji tersebut, Pemprov DKI menyiapkan skema baru. Jika selama ini urusan penyeberangan ditangani langsung oleh Dinas Perhubungan DKI, mulai tahun depan operasionalnya bakal digeser ke BUMD transportasi, PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).
Perubahan pengelola ini diharapkan membuat mobilitas masyarakat antarpulau dan daratan jadi jauh lebih efisien, teratur, serta memberikan rasa memiliki bagi warga pulau.
“Maka saya sudah memutuskan, mulai tahun depan nanti, dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Pulau Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan Pulau Seribu merasa memiliki dan menjadi bagian itu,” tutur Pramono.
Jaminan Jadwal dan Kemudahan Akses ke Seluruh Sudut Jakarta
Dengan masuknya manajemen TransJakarta, warga bakal mendapat kepastian jadwal keberangkatan kapal harian, baik saat berangkat menuju daratan maupun sewaktu hendak pulang ke kepulauan.
Akses penumpang dari dermaga kedatangan menuju lima wilayah kota—mulai dari Jakarta Utara, Pusat, Barat, Timur, hingga Selatan—juga dipastikan saling terhubung dengan jaringan rute darat yang sudah ada.
“Sehingga dengan demikian warga di Pulau Seribu pasti akan mendapatkan kemudahan transportasi ke Pulau Seribu,” ujar Pramono.
Ia memastikan aturan atau skema pelayanan terdahulu yang dinilai memudahkan masyarakat akan tetap dipertahankan, hanya saja kini ditopang oleh sistem tata kelola BUMD yang lebih rapi.
“Yang lain-lain tetap diatur, diperlakukan sama seperti yang dulu, sehingga bagi warga di Pulau Seribu mau ke Jakarta, ke Jakarta Selatan, Utara, Barat, Timur, Pusat akan lebih mudah, dan juga ketika mereka kembali ada kepastian transportasi yang telah diatur oleh Badan Usaha Milik Daerah yaitu TransJakarta,” kataya.
Konektivitas Transportasi Jakarta Capai 93 Persen
Langkah merapikan jalur laut ini menjadi bagian dari agenda besar perbaikan konektivitas angkutan umum di Jakarta. Pramono mengklaim, saat ini tingkat keterhubungan antar-moda transportasi publik di wilayahnya sudah menembus angka 93 persen.
Selain pembenahan rute kepulauan, Pemprov DKI juga terus merampungkan pembangunan rute LRT Jakarta Kelapa Gading–Manggarai sepanjang 12,2 kilometer. Jalur yang membentang di 11 stasiun ini dirancang hanya memakan waktu tempuh sekitar 28 menit.
“Kenapa itu kami lakukan Saudara-saudara sekalian? Konektivitas di Jakarta untuk transportasi umum sekarang ini sudah jauh lebih baik,” pungkasnya.


