JAKARTA – Timnas Mesir mencatat sejarah baru setelah menaklukkan Selandia Baru 3-1 dan meraih kemenangan perdana mereka di ajang Piala Dunia 2026 laga matchday kedua Grup G pada Senin (22/6/2026) pagi WIB.
Keberhasilan tersebut menjadi momen emosional bagi pelatih Mesir, Hossam Hassan, yang tidak mampu menyembunyikan rasa bangganya usai tim berjuluk The Pharaohs bangkit dari ketertinggalan dan mengamankan tiga poin bersejarah.
Mesir sempat berada dalam tekanan setelah Finn Surman membawa Selandia Baru unggul melalui sundulan keras pada babak pertama.
Namun, permainan Mesir berubah drastis selepas jeda pertandingan.
Ziko berhasil menyamakan skor sebelum satu jam pertandingan berjalan.
Momentum kemudian berpihak kepada Mesir setelah kombinasi apik antara Ziko dan Mohamed Salah membuka jalan bagi kebangkitan tim Afrika tersebut.
Salah kembali menunjukkan kualitasnya sebagai pemain kelas dunia dengan peran sentral dalam kemenangan itu.
Bintang Liverpool tersebut mencetak satu gol yang membuat koleksi gol internasionalnya mencapai 68 gol, hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa milik Hossam Hassan yang mengoleksi 69 gol untuk Mesir.
Kemenangan Mesir semakin sempurna setelah Trezeguet mencetak gol tambahan pada menit-menit akhir pertandingan.
Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan pertama Mesir sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
Suasana perayaan langsung pecah di Vancouver, Kanada.
Para pemain cadangan berlari memasuki lapangan untuk merayakan pencapaian bersejarah tersebut bersama rekan-rekan setim mereka.
Hossam Hassan bahkan terlihat berlari di tepi lapangan sambil mengibarkan bendera Mesir sebagai simbol kebanggaan atas pencapaian timnya.
Dalam wawancara usai pertandingan, Hassan mengaku kemenangan itu menjadi hadiah bagi seluruh rakyat Mesir.
“Saya sangat bahagia dengan kemenangan ini dan berterima kasih kepada seluruh rakyat Mesir atas dukungannya,” ujar Hassan dikutip dari Liverpool.com.
“Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Mesir. Perasaan saya saat ini sama seperti jutaan warga Mesir yang merasakan kebahagiaan setelah hasil ini,” lanjutnya.
Menurut Hassan, karakter para pemain menjadi kunci kebangkitan tim setelah tertinggal pada babak pertama.
Ia menilai para pemain menunjukkan mentalitas kuat dan mampu meningkatkan kualitas permainan pada babak kedua hingga membalikkan keadaan.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pemain, staf pelatih, dan staf pendukung yang telah bekerja keras mewujudkan impian rakyat Mesir di Piala Dunia,” kata Hassan.
Usai laga, Hassan juga memberikan komentar yang dianggap sebagai sindiran halus kepada sejumlah pelatih yang pernah menangani Mohamed Salah di level klub.
Pelatih berusia 59 tahun itu menilai dirinya berhasil menemukan posisi terbaik bagi sang penyerang sehingga kontribusinya menjadi lebih maksimal di lapangan.
“Salah bekerja sangat keras dan semua orang harus mengetahui hal itu,” ujar Hassan.
“Mungkin saya adalah pelatih pertama yang benar-benar menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan kemampuan, kualitas, dan tingkat bahayanya bagi lawan. Kami telah mengerjakan banyak hal bersama dan saya yakin masih ada lebih banyak yang akan ditunjukkannya,” tambahnya.
Pernyataan tersebut memunculkan spekulasi bahwa Hassan sedang menyindir cara Mohamed Salah digunakan oleh mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, maupun Arne Slot.
Selama beberapa musim terakhir, posisi Salah memang beberapa kali mengalami perubahan taktis yang memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.
Kini, performa impresif Salah bersama tim nasional kembali menjadi bukti bahwa pemain berusia 32 tahun tersebut masih menjadi salah satu penyerang paling berbahaya di sepak bola dunia.
Dengan performa yang terus meningkat, Salah berpeluang memecahkan rekor gol internasional Mesir sekaligus membawa negaranya melangkah lebih jauh di panggung Piala Dunia.***