Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah terbukti memberikan dampak multiplier effect yang nyata bagi sektor hulu, khususnya para petani buah dan sayur di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kehadiran dapur-dapur MBG tidak hanya mendongkrak serapan hasil panen lokal secara masif, tetapi juga andal dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat petani.
Salah seorang petani setempat, Kuswinardi, mengungkapkan bahwa sejak program ini berjalan, komoditas sayur dan buah yang mereka tanam selalu laris terbeli guna memenuhi kebutuhan pasokan dapur gizi nasional. Namun, memasuki musim libur sekolah di mana operasional program MBG dihentikan sementara, para petani mulai merasakan dampaknya, yakni harga jual komoditas yang kembali mengalami penurunan.
Menghadapi situasi tersebut, para petani di lereng Gunung Lawu menaruh harapan besar agar program positif ini dapat terus berlanjut secara konsisten dan diperluas distribusinya di seluruh wilayah Magetan hingga tanah air demi menjaga kesejahteraan dan roda perekonomian petani kecil.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai dampak langsung program MBG terhadap stabilitas harga pangan petani lokal ini? Tulis opini Anda di kolom komentar.
Editor & Uploader: BS


