Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, resmi menabuh genderang perang terhadap pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan kemanusiaan. Tidak main-main, orang nomor satu di Jawa Barat tersebut menggelar sayembara bernilai fantastis sebesat Rp250 juta bagi siapa saja yang berhasil mengungkap keberadaan Taufik Hidayat.
Taufik Hidayat merupakan buronan kakap atas kasus dugaan penyekapan, penyiksaan, dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan asal Bandung yang dibiarkan menderita selama hampir tiga tahun. Langkah radikal ini diambil langsung oleh Dedi setelah dirinya mengaku sangat terpukul dan geram melihat kondisi fisik serta psikologis korban yang hancur lebur.
Kekejaman Luar Biasa Jadi Atensi Utama
Kasus ini langsung menjadi sorotan darurat di Jawa Barat karena tingkat kekejaman pelaku yang dinilai sudah di luar batas kemanusiaan.
-
Penyiksaan 3 Tahun: Korban diduga disekap dan disiksa secara berkala dalam kurun waktu yang sangat lama tanpa diketahui orang luar.
-
Cacat Permanen: Korban mengalami kerusakan parah pada kedua matanya hingga kehilangan penglihatan, luka robek di bibir, serta luka bakar/melepuh di sekujur tubuhnya.
-
Penanganan Medis: Saat ini korban tengah mendapatkan perawatan intensif di RSHS (Rumah Sakit Hasan Sadikin), di mana Pemerintah Kabupaten Bandung telah menjamin seluruh biaya pengobatannya.
Mekanisme Sayembara Rp250 Juta dari Kantong Pribadi
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menegakkan keadilan dan membantu kerja cepat Polda Jawa Barat, Dedi Mulyadi merogoh kocek pribadinya untuk membiayai sayembara ini. Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia untuk ikut mengepung pelarian pelaku.
-
Kriteria Penerima Hadiah: Informasi wajib bersifat akurat, valid, dan menuntun aparat kepolisian hingga pelaku berhasil diringkus atau diserahkan langsung ke penegak hukum.
-
Cara Melapor: Warga yang melihat atau mencurigai pergerakan pria bernama Taufik Hidayat diminta untuk segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat atau aparat setempat.