Laga ke-42 di Piala Dunia 2026 menyajikan drama yang tidak akan pernah dilupakan oleh 68.344 penonton di Philadelphia Stadium. Duel antara Prancis dan Irak yang seharusnya berjalan normal, berubah menjadi ujian mental dan fisik yang melelahkan setelah badai petir ekstrem memaksa pertandingan dihentikan selama lebih dari dua jam!
Pertandingan yang kick-off pada pukul 17.00 waktu setempat ini baru bisa benar-benar rampung pada pukul 20.47. Keputusan penundaan diambil demi keselamatan menyusul aturan ketat dari otoritas cuaca Amerika Serikat (NOAA), yang menyatakan laga wajib distop jika terdeteksi ada petir dalam radius delapan mil (sekitar 12,8 km) dari stadion.
Tembus Babak 32 Besar di Laga Spesial sang Kapten
Saat wasit Drew Fischer meniup peluit babak pertama pada pukul 17.49, awan badai sudah menggantung pekat dengan keunggulan Prancis 1-0. Ketika situasi dinilai sudah aman untuk melanjutkan laga pada pukul 20.00, Prancis langsung tancap gas tanpa membuang waktu.
Prancis menyudahi perlawanan Irak dengan skor telak 3-0 dan resmi mengunci tiket ke babak 32 besar. Sang kapten, Kylian Mbappe, tampil memukau dengan mencetak brace (dua gol) tepat di penampilan internasionalnya yang ke-100 bersama Les Bleus.
Intip Di Balik Layar: Apa yang Dilakukan Pemain Saat Badai?
Penundaan selama dua jam tentu membuat bosan. Alih-alih tegang, masing-masing tim punya cara unik untuk membunuh waktu di dalam ruang ganti:
-
Timnas Prancis (Main Kartu & Bersepeda): Pelatih Prancis, Didier Deschamps, berseloroh bahwa mereka sempat bermain kartu. Sementara bek Jules Kounde membocorkan bahwa para pemain melakukan latihan sepeda statis untuk menjaga otot tetap aktif agar tidak kaku saat pemanasan ulang.
-
Timnas Irak (Evaluasi Video): Pelatih Irak asal Australia, Graham Arnold, memanfaatkan jeda panjang tersebut untuk membedah video evaluasi permainan babak pertama bersama anak asuhnya.
Sayangnya, jeda lama ini justru membuat fokus Irak pecah. Tak lama setelah babak kedua dimulai, kesalahan fatal dari tendangan gawang Irak langsung dimanfaatkan Mbappe untuk mencetak gol kedua. “Sangat mengecewakan, kesalahan itu menghancurkan kami. Ini pertama kalinya saya mengalami hal seperti ini sebagai pelatih maupun pemain,” keluh Graham Arnold.
Kesetiaan Fans Berbuah Pesta Dansa
Saat badai mengamuk dan lapangan tergenang air, ribuan suporter diperintahkan mengungsi ke lorong-lorong stadion (concourse). Hebatnya, mayoritas penonton memilih bertahan dan tidak pulang.
Begitu speaker stadion mengumumkan bahwa ancaman cuaca telah berlalu, gemuruh sorak-sorai terbesar malam itu pecah. Mengenakan jas hujan (poncho), para suporter langsung kembali memenuhi tribun dan berdansa merayakan kelanjutan pertandingan. Beruntung bagi Prancis, jeda panjang itu tak merusak ritme permainan mereka hingga sukses mengunci kemenangan mutlak.