Pemerintah Desa Gunungmasigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, angkat bicara untuk meluruskan kabar miring yang beredar di jagat maya. Pihak desa membantah keras narasi viral yang menyebut bahwa Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dibangun di atas puncak gunung yang terisolasi.
Klarifikasi ini muncul setelah netizen menyoroti pembangunan fasilitas tersebut yang berlokasi di area wisata populer, Stone Garden. Kepala Desa Gunungmasigit, Tarkopa, menegaskan bahwa informasi yang beredar sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Bangunan tersebut nyatanya berada di area bawah, bukan di puncak ketinggian.
“Kabar yang menyebut Kopdes Gunungmasigit didirikan di puncak gunung itu sangat keliru. Posisinya ada di bagian bawah, bahkan jaraknya hanya sekitar 100 meter dari pemukiman warga di RW 9,” ujar Tarkopa saat memberikan keterangan pada Senin (6/7/2026).
Pemilihan Lahan dan Progres Pembangunan
Tarkopa membeberkan bahwa penentuan lokasi ini berawal dari instruksi untuk menyediakan aset tanah carik desa yang potensial. Merespons hal tersebut, pihak desa menyodorkan lima opsi lahan alternatif untuk disurvei. Salah satu yang ditawarkan adalah lahan kosong di sekitar Stone Garden.
Setelah melalui proses verifikasi lapangan oleh pihak mitra, yakni PT Agrinas Pangan Nusantara, titik di kawasan Stone Garden akhirnya dipilih karena dinilai memiliki nilai strategis tertinggi dibanding empat lokasi lainnya.
Meskipun berperan dalam merekomendasikan lahan, Tarkopa menyebut pihak pemerintah desa tidak ikut campur dalam urusan konstruksi fisik. Proyek bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 20 x 30 meter tersebut kini dilaporkan sudah hampir rampung.
“Berdasarkan data terakhir, progres fisiknya sudah menyentuh angka 90 persen,” tambahnya, meski belum bisa memastikan tanggal resmi operasionalnya.
Target Kolaborasi dan Dampak Ekonomi
Pemerintah desa menaruh harapan besar pada proyek ini. Ke depan, Kopdes Merah Putih diharapkan tidak berdiri sendiri, melainkan mampu bersinergi dengan ekosistem wisata Stone Garden yang selama ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Salah satu rencana konkret yang dibidik adalah menjadikan koperasi ini sebagai pemasok utama kebutuhan barang dagangan bagi warung-warung kecil milik warga lokal di sekitar tempat wisata. Lewat kolaborasi ini, keberadaan Kopdes diharapkan bisa langsung memutar roda perekonomian masyarakat setempat, sekaligus mematahkan stigma negatif yang sempat digulirkan di media sosial.