JAKARTA – Ketua DPR RI Puan Maharani memastikan parlemen mendukung penguatan kemitraan strategis antara Indonesia-India di berbagai bidang.
Dukungan itu disampaikan setelah Puan menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Presiden Prabowo Subianto di DPR RI.
Puan menilai hubungan kedua negara memiliki akar sejarah yang panjang serta menjadi modal penting untuk memperluas kolaborasi pada masa mendatang.
Ia menegaskan sinergi antara pemerintah dan parlemen perlu diperkuat agar seluruh kerja sama berjalan efektif dan memberi manfaat nyata.
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian ialah Visi Gangga-Mahakam yang diperkenalkan Narendra Modi sebagai lambang persahabatan Indonesia dan India.
“Bahwa selama sepanjang aliran kedua sungai itu masih mengalir, di situlah artinya hubungan kerja sama antara Indonesia dan India pun harus tetap terjalin, tetap akrab, erat, dan terus ditingkatkan,” ujar Puan.
Menurut Puan, kehadiran Modi di Gedung DPR RI menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah panjang hubungan diplomatik kedua negara.
Ia menyebut penyampaian nama Presiden Soekarno dalam pidato Modi memperlihatkan eratnya ikatan yang telah dibangun sejak awal kemerdekaan.
“Secara sejarah hubungan antara Indonesia dan India itu sudah berlangsung sejak lama, bahkan sejak Presiden Soekarno. Tadi beliau juga mengatakan bahwa memang banyak sekali hal yang bisa kita lakukan bersama dengan India,” ungkap Puan.
Puan menegaskan DPR RI siap mengawal berbagai kebijakan hasil kesepakatan bilateral yang disusun pemerintah Indonesia dan India.
Menurutnya, tantangan global saat ini menuntut koordinasi erat antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam menjalankan kebijakan strategis.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar setiap bentuk kerja sama mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.
“Dalam situasi-situasi global seperti ini, sinergi antara eksekutif dan legislatif tentu saja akan sangat dibutuhkan. Karenanya DPR RI akan sangat terbuka membantu eksekutif dalam semua kebijakan yang dilakukan untuk kesejahteraan rakyat,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Di sisi lain, Narendra Modi menilai Indonesia dan India memiliki posisi penting sebagai penggerak utama negara-negara Global South.
Ia menyebut kedua negara memiliki kekuatan maritim, pertumbuhan ekonomi yang positif, serta bonus demografi yang menjadi modal besar.
Modi juga menilai visi Viksit Bharat 2047 dan Indonesia Emas 2045 membuka peluang kemitraan yang semakin erat di masa depan.
“Kita termasuk dalam jajaran masyarakat termuda di dunia. Di antara ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat. Keduanya adalah kekuatan maritim utama. Keduanya adalah suara-suara kuat dari Global South. Kita adalah peradaban kuno sekaligus mitra alami untuk masa depan,” kata Modi.
Menurut Modi, seluruh potensi tersebut harus diwujudkan melalui kerja sama konkret di sektor strategis agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Indonesia dan India.***