JAKARTA – Kylian Mbappe bukan hanya lahir dari keluarga pecinta olahraga, tetapi juga dibesarkan oleh dua sosok yang memiliki pengalaman panjang di dunia olahraga.
Ayahnya, Wilfrid Mbappe, merupakan pelatih sepak bola usia muda di AS Bondy, pinggiran Paris, Prancis.
Sementara ibunya, Fayza Lamari, pernah berkarier sebagai atlet profesional bola tangan di kompetisi kasta tertinggi Prancis.
Pasangan yang kemudian berpisah pada 2021 itu dikaruniai tiga putra yang seluruhnya menekuni sepak bola profesional.
Anak sulung mereka, Jires Kembo Ekoko, lahir pada 8 Januari 1988 di Zaire, kini Republik Demokratik Kongo, sebelum akhirnya diadopsi keluarga Mbappe.
Putra kedua, Kylian Mbappe, lahir pada 20 Desember 1998 dan berkembang menjadi salah satu pesepak bola terbaik dunia.
Anak bungsu mereka, Ethan Mbappe, lahir pada 29 Desember 2006 dan kini memperkuat Lille di Ligue 1 Prancis.
Bakat olahraga mengalir kuat dalam keluarga tersebut sejak generasi orang tuanya.
Wilfrid berasal dari Kamerun, sedangkan Fayza merupakan warga Prancis keturunan Aljazair.
Pada Juli 2023, Mbappe mengunjungi Kamerun, tanah kelahiran ayahnya, untuk pertama kalinya.
Dalam kunjungannya ke Yaounde, Mbappe mengaku bangga dapat bertemu keluarga besar dan masyarakat setempat.
“Merupakan sebuah kehormatan bagi saya berada di negara asal keluarga saya, berkumpul bersama keluarga dan bertemu masyarakat di sini,” ujar Mbappe seperti dikutip People, Jumat.
“Mereka menunjukkan begitu banyak kasih sayang kepada saya dan saya sangat berterima kasih,” lanjutnya.
Karier sepak bola Mbappe dimulai sejak usia enam tahun bersama akademi AS Bondy.
Klub tersebut juga dikenal melahirkan sejumlah pemain top Prancis, termasuk William Saliba dan Jonathan Ikone.
Mbappe mengaku sejak kecil bercita-cita mengikuti jejak para pemain yang dilatih sang ayah.
“Ayah saya melatih kakak saya dan saya selalu datang ke stadion sambil berkata ingin menjadi seperti mereka,” kata Mbappe.
Fayza juga dikenal sebagai sosok tangguh ketika masih bermain bola tangan profesional.
Mantan Presiden Klub Handball Bondy, Jean-Louis Kimmoun, menyebut Fayza sebagai figur penting bagi klub tersebut.
“Dia adalah ikon klub bola tangan Bondy, tumbuh bersama klub dan dikenal sebagai petarung di lapangan,” ujarnya.

Setelah pensiun sebagai atlet, Fayza bekerja sebagai koordinator kegiatan rekreasi di Bondy.
Meski rumah tangga mereka berakhir pada 2021, Wilfrid dan Fayza tetap kompak mendukung perjalanan karier anak-anaknya.
Keduanya beberapa kali terlihat hadir langsung menyaksikan pertandingan Kylian bersama Timnas Prancis di Piala Dunia 2026.
Mbappe juga menegaskan perceraian kedua orang tuanya berakhir secara baik.
“Kini kedua orang tua saya bahagia dan semuanya berakhir dengan baik,” kata Mbappe.
Selain mendampingi dari tribun stadion, Wilfrid dan Fayza juga berperan dalam pengelolaan bisnis Mbappe.
Wilfrid bertugas sebagai penasihat sepak bola yang membantu berbagai keputusan profesional putranya.
Di sisi lain, Fayza memimpin perusahaan Interconnected Ventures sebagai presiden.
Perusahaan tersebut mengelola kontrak komersial, kerja sama pemasaran, hingga berbagai investasi milik Mbappe.
Nama perusahaan itu sebelumnya adalah KEWJF, singkatan dari Kylian, Ethan, Wilfrid, Jires, dan Fayza.
Penasihat keluarga, Delphine Guegan, menyebut seluruh proyek Mbappe dibangun dengan pendekatan keluarga.
“Proyek Mbappe sejak awal merupakan proyek keluarga yang dipimpin oleh ibu dan ayahnya,” ujarnya.
“Seiring berkembangnya karier profesional Mbappe, organisasi di sekelilingnya ikut berkembang menjadi bisnis keluarga yang profesional, cermat, dan solid,” lanjutnya.
Pada Juli 2024, kelompok investasi keluarga Mbappe resmi menjadi pemegang saham mayoritas klub Ligue 2 Prancis, Caen.
Langkah tersebut memperluas kiprah keluarga Mbappe dari lapangan hijau menuju dunia bisnis sepak bola modern.***