JAKARTA – Timnas Inggris menghadapi ancaman baru menjelang laga perempat final Piala Dunia 2026 menghadapi Norwegia setelah Declan Rice terserang penyakit.
Federasi Sepak Bola Inggris segera memisahkan Rice dari skuad utama untuk mencegah potensi penyebaran penyakit di dalam tim.
Langkah tersebut diambil sebagai tindakan pencegahan agar kondisi skuad tetap stabil menjelang pertandingan penting di Miami.
Pihak internal tim meyakini penyakit yang dialami Rice telah berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi wabah.
Rice tercatat sudah dua hari berturut-turut tidak mengikuti sesi latihan bersama rekan-rekannya.
Kondisi itu memperburuk situasi sang gelandang yang sebelumnya sudah mengalami masalah hamstring dan nyeri punggung bawah.
Absennya Rice menjadi perhatian karena perannya sangat penting dalam perjalanan Inggris hingga babak delapan besar.
Situasi serupa juga melanda kubu Norwegia yang sedang menghadapi persoalan kesehatan di dalam tim.
Kiper Orjan Nyland membenarkan bahwa beberapa pemain mengalami gangguan kesehatan selama turnamen berlangsung.
“Saya bisa mengonfirmasi bahwa itu benar. Kami memang mengalami masalah,” kata Nyland seperti dikutip Daily Mail, Jumat.
“Kami berusaha melakukan yang terbaik dan dokter tim sangat sibuk saat ini.”
“Saya tidak tahu penyebabnya. Kami sempat mendapat waktu libur sehingga mungkin ada pemain yang tertular saat itu.”
“Semoga semuanya berjalan baik dan kami bisa menghadapi Inggris pada Sabtu dengan skuad yang sepenuhnya bugar.”
Media Norwegia melaporkan perjalanan panjang antarkota di Amerika Utara diduga ikut memengaruhi kondisi fisik para pemain.
Sejak tiba di Amerika Utara, Norwegia berpindah dari Boston menuju New Jersey, kembali ke Boston, lalu ke Dallas.
Mereka kemudian kembali lagi ke New Jersey untuk menjalani pertandingan babak 16 besar melawan Brasil.
Mobilitas tinggi itu dinilai meningkatkan kelelahan sehingga daya tahan tubuh pemain ikut menurun.
Penyerang Jorgen Strand Larsen sempat absen pada laga pembuka akibat demam.
Marcus Holmgren Pedersen juga melewatkan pertandingan melawan Brasil karena mengalami penyakit serupa.
Pelatih Stale Solbakken bahkan terlihat beberapa kali batuk saat konferensi pers usai laga melawan Prancis.
“Kami sebenarnya hanya memiliki Jorgen yang mengalami demam.”
“Namun memang ada beberapa pemain yang batuk dan mengalami gangguan tenggorokan secara bergantian.”
“Ada pendingin ruangan, penerbangan, ruang ganti, dan kami membawa lebih dari 50 orang sehingga hal itu bisa saja terjadi.”
Meski diterpa kendala kesehatan, Solbakken menilai Inggris tetap menjadi lawan yang sangat berat.
“Kami harus mempelajari Inggris.”
“Mereka tim yang sangat kuat, tetapi kami berharap pertandingan berlangsung seimbang dan ketat.”
Inggris datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyingkirkan Meksiko 3-2 dalam laga dramatis di Stadion Azteca.
Jude Bellingham mencetak dua gol cepat yang membawa Inggris menguasai pertandingan sejak babak pertama.
Meksiko sempat memperkecil ketertinggalan sebelum Harry Kane mencetak gol melalui tendangan penalti.
Raul Jimenez kembali mencetak gol dari titik putih, tetapi Inggris berhasil mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Pelatih Thomas Tuchel memuji mental para pemain setelah kemenangan yang penuh tekanan tersebut.
“Penampilan yang heroik dan hasil yang heroik.”
“Saya sangat bahagia dengan para pemain dan pengalaman luar biasa yang kami alami dalam dua hari terakhir.”
“Jika ada tim yang memiliki hati dan keyakinan, maka tim itu adalah tim ini.”
“Mereka menang hanya dengan tekad yang luar biasa. Pertandingan yang ikonik di stadion yang ikonik.”
Meski demikian, Inggris dipastikan kehilangan Jarell Quansah karena kartu merah saat menghadapi Meksiko.
Jordan Henderson juga dipastikan absen setelah diduga mengalami patah pergelangan tangan akibat terjatuh.
Sementara itu, kondisi Reece James masih dipantau untuk menentukan peluang tampil saat menghadapi Norwegia.
Laga Inggris melawan Norwegia diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim sama-sama menghadapi tantangan kebugaran pemain.***