Pemuncak klasemen sementara MotoGP 2026, Jorge Martin, dipastikan akan meninggalkan Aprilia untuk bergabung dengan Yamaha mulai musim depan. Bersama Ai Ogura, Martin akan menjadi bagian dari duet anyar tim pabrikan Yamaha saat MotoGP memasuki era baru dengan mesin 850cc dan ban Pirelli.
Keputusan ini cukup mengejutkan. Pasalnya, Martin meninggalkan Aprilia yang saat ini memimpin persaingan MotoGP untuk bergabung dengan Yamaha yang masih terpuruk di dasar klasemen konstruktor.
Meski begitu, Martin menegaskan kepindahan tersebut merupakan keputusan terbaik bagi masa depannya.
“Saya selalu mengambil keputusan yang menurut saya terbaik untuk diri sendiri, keluarga, dan masa depan saya. Dulu saya memilih Ducati, lalu Aprilia, dan sekarang Yamaha. Kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti,” ujar Martin.
Ogura Antusias Naik ke Tim Pabrikan
Ai Ogura juga memilih hengkang dari Aprilia dan akan naik kelas menjadi pebalap tim pabrikan Yamaha setelah dua musim membela Trackhouse Racing.
Pebalap asal Jepang itu enggan membeberkan secara rinci alasan kepindahannya, namun yakin keputusan tersebut merupakan langkah tepat untuk perkembangan kariernya.
“Ada banyak alasan, tapi saya melihat ini sebagai kesempatan yang baik untuk saya. Karena itu saya memutuskan pindah,” kata Ogura.
Bagi Ogura, kesempatan membela tim pabrikan Jepang memiliki makna tersendiri.
“Sebagai pebalap Jepang, sangat penting bisa membela tim pabrikan Jepang. Selain itu, memiliki rekan setim sekelas Jorge Martin tentu akan sangat menarik.”
Fokus Martin Tetap Bersama Aprilia
Meski sudah memastikan masa depannya bersama Yamaha, Martin menegaskan fokus utamanya saat ini tetap membawa Aprilia meraih hasil terbaik di sisa musim.
Ia mengaku belum terlalu memikirkan peluang meraih gelar juara dunia, meski masih memimpin klasemen.
“Saya tidak terlalu peduli apakah sekarang berada di posisi pertama atau kedua. Kejuaraan masih sangat terbuka dan semua pebalap sangat kompetitif. Fokus saya sekarang adalah terus berkembang bersama Aprilia,” ujarnya.
Martin juga mengakui performanya masih belum maksimal. Menurutnya, pada balapan terakhir ia masih kalah cepat dibandingkan para pebalap Trackhouse Racing yang menggunakan motor Aprilia.
Sementara itu, Ogura yang masih memiliki peluang matematis merebut puncak klasemen memilih memasang target realistis pada MotoGP Jerman di Sachsenring.
Pebalap berusia 25 tahun itu mengincar finis di enam besar, mengingat sirkuit Sachsenring bukan salah satu lintasan favoritnya.
“Target kami akhir pekan ini adalah finis di posisi enam besar. Sachsenring selalu menjadi lintasan yang sulit bagi saya, dan musim lalu kami juga cukup kesulitan di sini,” tutup Ogura.