Kabar mengejutkan datang dari Pemerintah Kota Bandung. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah mengeluhkan kondisi kesehatannya yang drop di tengah agenda kerjanya di Balai Kota Bandung, Jumat (10/7/2026) sore.
Farhan dievakuasi menggunakan mobil ambulans dalam kondisi terbaring di atas tandu beroda (brankar). Saat dibawa keluar dari ruang kerjanya, ia terlihat mengenakan pakaian serba putih dengan selang infus yang sudah terpasang di tangannya.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, membenarkan peristiwa darurat tersebut. Menurut Henryco, sang Wali Kota mulai merasa tidak enak badan saat sedang menerima audiensi tamu.
“Benar, beliau sedang menerima tamu di Balai Kota ketika tiba-tiba merasa kondisi fisiknya menurun drastis,” ujar Henryco saat dikonfirmasi, Jumat.
Sejumlah Agenda Penting Terpaksa Dibatalkan
Akibat penurunan kondisi kesehatan yang mendadak ini, Farhan terpaksa membatalkan sejumlah agenda penting yang sudah dijadwalkan sejak jauh-jauh hari. Salah satunya adalah Rapat Paripurna di DPRD Kota Bandung.
Rapat tersebut sedianya mengagendakan penyampaian jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi-fraksi terkait Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.
“Beliau awalnya absen di rapat paripurna sesi pertama dan sempat berharap bisa mengejar rapat sesi kedua. Namun, karena kondisinya tidak memungkinkan, beliau harus segera dilarikan ke rumah sakit,” jelas Henryco.
Selain agenda legislatif, Farhan juga dipastikan absen dalam acara Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 yang digelar di Plaza Balai Kota Bandung pada Jumat malam pukul 18.00 WIB. Padahal, ia dijadwalkan untuk memberikan sambutan utama di hadapan para tamu undangan. Henryco memastikan seluruh rangkaian acara kedinasan tersebut kini didelegasikan kepada jajaran perangkat daerah terkait.
Masih Diobservasi Ketat oleh Tim Medis di IGD
Hingga saat ini, pihak Pemkot Bandung belum bisa membeberkan penyakit maupun gejala spesifik yang dialami oleh Farhan. Sang Wali Kota dilaporkan masih berada di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk menjalani rangkaian pemeriksaan intensif dari tim dokter.
Demi menjaga privasi dan ketenangan proses pemulihan, Henryco meminta kepada publik dan media untuk tidak memublikasikan nama rumah sakit tempat Farhan dirawat.
“Kami belum tahu pasti sakitnya apa karena tim dokter masih melakukan pemeriksaan menyeluruh di IGD. Kami memohon pengertiannya untuk tidak menyebutkan nama rumah sakitnya agar beliau bisa beristirahat dengan tenang tanpa gangguan,” pinta Henryco.
Pihak dinas terkait juga belum dapat memastikan apakah Farhan harus menjalani rawat inap (opname) atau diperbolehkan pulang untuk istirahat di rumah. Semua keputusan medis ke depan sepenuhnya berada di tangan tim dokter yang menangani.
Kabar tumbangnya orang nomor satu di Bandung ini terjadi di tengah kesibukan Pemkot Bandung yang sedang mempersiapkan perhelatan akbar Asia Africa Festival 2026.