JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pemulihan layanan air minum di Aceh melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah terdampak bencana.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar agar masyarakat segera kembali memperoleh akses air bersih yang aman dan berkelanjutan.
Kementerian Pekerjaan Umum menempatkan percepatan pemulihan jaringan air minum sebagai salah satu prioritas utama setelah bencana melanda berbagai daerah di Aceh.
Selain mengejar target penyelesaian, pemerintah memastikan seluruh pembangunan tetap memenuhi standar mutu sehingga mampu bertahan dalam jangka panjang.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan percepatan pekerjaan tidak boleh mengurangi kualitas hasil pembangunan.
“Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif. Namun fokus kami tidak hanya pada percepatan penyelesaian, melainkan juga memastikan kualitas hasil pemulihan agar lebih tangguh, dan tepat sasaran,” kata Menteri Dody.
Salah satu proyek utama berlangsung di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Hingga 1 Juli 2026, pembangunan paket tersebut telah mencapai progres fisik 37,59 persen.
Nilai investasi proyek itu mencapai Rp516,59 miliar.
Pekerjaan mencakup pembangunan empat sistem SPAM lengkap dengan sumur bor, instalasi pengolahan air, dan sambungan ke jaringan PDAM.
Percepatan dilakukan melalui penambahan tenaga kerja, jam operasional, serta pemanfaatan komponen prefabrikasi.
Proyek lain juga berjalan di Aceh Tamiang, Aceh Timur, dan Kota Langsa.
Per 1 Juli 2026, progres fisik paket senilai Rp246,69 miliar tersebut mencapai 35,22 persen.
Pembangunan meliputi empat sistem SPAM yang memanfaatkan sumur bor, sumber air permukaan, serta instalasi pengolahan air.
Seluruh fasilitas itu diproyeksikan meningkatkan pasokan air minum bagi masyarakat di kawasan terdampak.
Pemulihan juga berlangsung di Pidie Jaya, Bireuen, dan Bener Meriah.
Proyek senilai Rp526,42 miliar itu telah mencapai progres fisik 39,52 persen hingga awal Juli 2026.
Paket tersebut meliputi pembangunan sembilan sistem SPAM, instalasi pengolahan air, dan rehabilitasi fasilitas yang sudah ada.
Kementerian PU menargetkan layanan air minum segera pulih sehingga aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah kembali berjalan optimal.***