JAKARTA – Ular memang berperan penting dalam ekosistem, tapi kehadirannya di sekitar rumah kerap menimbulkan keresahan. Bahkan ular yang tidak berbisa sekalipun bisa memicu kepanikan, terlebih jika masuk ke dalam rumah dan bersembunyi di sudut gelap.
Salah satu cara alami untuk mengurangi risiko ular mendekat adalah dengan menanam tanaman yang memiliki aroma menyengat atau bentuk yang membuat ular tidak nyaman. Sejumlah studi menunjukkan bahwa senyawa bioaktif dalam tanaman tertentu dapat mengganggu sistem penciuman reptil.
Berikut enam tanaman pekarangan yang diyakini efektif mengusir ular:
- Serai Wangi (Cymbopogon nardus)
Mengandung minyak esensial citronella dengan aroma tajam yang bersifat repelan alami. Menanam serai di sekitar pagar atau pekarangan dapat menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi ular. - Marigold (Tagetes erecta)Bunga berwarna kuning cerah ini mengandung piretrin, senyawa alami yang beraroma menyengat dan dapat mengganggu sistem sensorik ular.
- Sambiloto (Andrographis paniculata)
Tanaman herbal dengan rasa pahit dan aroma khas. Meski lebih dikenal sebagai obat, sifat repelan alaminya juga berpotensi membuat ular enggan mendekat. - Lavender (Lavandula angustifolia)
Aromanya menenangkan bagi manusia, tetapi tidak disukai ular. Kandungan linalool dan linalyl acetate membuat lavender efektif sebagai penghalang alami. - Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata)
Tidak hanya menyerap polusi udara, bentuk daun tegak dan runcingnya membuat ular merasa terancam dan enggan melintas. - Ki Lemo (Litsea cubeba)
Menghasilkan minyak atsiri beraroma tajam yang dikenal ampuh mengusir hewan berbisa. Kayunya bahkan digunakan secara tradisional untuk mencegah ular masuk rumah.
Meski bukan solusi mutlak, kombinasi tanaman beraroma kuat dan berstruktur kaku dapat membantu menciptakan pekarangan yang lebih aman dari kehadiran ular.