Ada ironi mendalam yang menyelimuti masa tua keturunan salah satu pilar sejarah bangsa. Heru Baskoro (84), putra kandung dari Sayuti Melik—tokoh legendaris yang mengetik naskah Proklamasi Kemerdekaan RI—ditemukan bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan. Di usia senjanya, ia harus berjuang melawan sakit dan himpitan ekonomi di sebuah rumah kontrakan sederhana di Bekasi.
Menanggapi hal ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) angkat bicara. Ia menegaskan bahwa pihak Kementerian Sosial tidak berniat membiarkan Heru, melainkan murni karena ketidaktahuan akibat kendala pemutakhiran data.
“Kami juga baru tahu kondisi prihatin ini. Begitu mendapat laporan, kami langsung kirim tim ke lokasi dan sekarang beliau sudah kami evakuasi ke sentra rehabilitasi milik Kemensos di Bekasi,” jelas Gus Ipul di Gedung DPR, Senayan, Rabu (15/7/2026).
Sengkarut Data: Musuh Nyata Jaminan Sosial
Gus Ipul membeberkan bahwa kasus yang menimpa Heru Baskoro menjadi bukti nyata bahwa sistem pendataan warga rentan di Indonesia masih memerlukan perbaikan besar-besaran.
Menurutnya, selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kemensos terus berfokus membenahi dan mengonsolidasikan data kemiskinan agar lebih akurat dan tepat sasaran.
“Ini masalah data. Itulah mengapa integrasi data sangat krusial. Kami tidak bisa mengambil tindakan penyelamatan jika tidak memiliki basis data yang valid di lapangan. Saat ini, kami sedang beres-beres data bersama pemerintah daerah agar kasus seperti ini tidak terulang lagi,” tambah Gus Ipul.
Potret Getir di Bojong Menteng, Bekasi
Sebelum akhirnya dievakuasi ke Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi Timur pada Senin (13/7/2026), Heru dan istrinya, Treyzia Noviani (65), harus melewati hari-hari yang berat.
Saat pertama kali disambangi oleh pihak Kelurahan Bojong Menteng pada 11 Juli 2026, pasangan lansia ini hanya tidur beralaskan karpet tipis di lantai kontrakan yang panas.
Tersentuh dengan kondisi memprihatinkan tersebut, lurah dan pengurus RW setempat berinisiatif patungan membelikan kasur busa serta kipas angin demi memberikan kenyamanan darurat bagi keduanya.
Pihak kelurahan memastikan identitas asli Heru sebagai anak biologis Sayuti Melik setelah memeriksa tumpukan dokumen resmi serta foto-foto arsip keluarga bersama tokoh-tokoh bangsa terdahulu.
Langkah cepat penanganan oleh Kemensos saat ini diharapkan menjadi titik balik bagi perbaikan sistem jaminan sosial nasional, sekaligus bentuk penghormatan nyata negara terhadap jasa para pahlawan melalui jaminan hari tua keturunan mereka.