JAKARTA – Sektor pariwisata Indonesia mempertahankan tren positif sepanjang Januari-Mei 2026 dengan mencatat 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Angka tersebut meningkat 7,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 berdasarkan data Kementerian Pariwisata.
Capaian itu memperlihatkan daya saing destinasi wisata Indonesia tetap kuat meski kondisi geopolitik dunia masih berfluktuasi.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut pertumbuhan itu menjadi indikator kepercayaan wisatawan asing terhadap Indonesia.
“Ini menunjukkan momentum perkembangan kunjungan wisatawan mancanegara tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global,” kata Widiyanti dalam jumpa pers, Rabu (15/7).
Selain wisman, pergerakan wisatawan nusantara juga memperlihatkan pertumbuhan yang konsisten sepanjang tahun ini.
Pada Mei 2026, perjalanan wisata domestik naik 8,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut menunjukkan permintaan masyarakat terhadap aktivitas wisata dalam negeri masih sangat kuat.
Selama Januari-Mei 2026, total perjalanan wisata nusantara mencapai 523,22 juta perjalanan.
Jumlah itu bertambah 2,86 persen dibandingkan capaian pada lima bulan pertama 2025.
Kinerja positif juga terlihat dari mobilitas wisata internasional yang masih menghasilkan surplus bagi Indonesia.
“Pada Mei 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara lebih tinggi dibandingkan jumlah warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri. Meningkat 15,48 persen,” ujar Widiyanti.
Secara kumulatif, surplus perjalanan wisata nasional mencapai 2,37 juta perjalanan hingga akhir Mei 2026.
Surplus tersebut tumbuh 32,49 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Kondisi ini memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan devisa nasional.
Pemerintah menilai tren tersebut menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.
Kementerian Pariwisata akan memperkuat kualitas destinasi, promosi, dan program peningkatan permintaan wisata.
“Sehingga, sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Widiyanti.***