JAKARTA – Pariwisata Indonesia memasuki babak baru setelah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meluncurkan lima program strategis untuk memperkuat daya saing destinasi.
Langkah tersebut diarahkan agar sektor wisata semakin aman, berkelanjutan, berkualitas, memanfaatkan teknologi, dan memberi manfaat ekonomi lebih besar.
Peluncuran program diumumkan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta, Rabu (15/7).
Fokus pertama ialah peningkatan keselamatan wisata melalui edukasi, pelatihan, sertifikasi, standar keamanan, dan pemetaan kawasan rawan bencana.
Program ini ditujukan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman sehingga wisatawan memperoleh pengalaman berkunjung yang lebih berkualitas.
“Untuk memastikan dampak ekonomi dari kegiatan penduduk wisata sampai ke unit ekonomi terkecil, kami memiliki program desa wisata,” ungkap Widiyanti.
Program desa wisata difokuskan pada peningkatan kualitas, pendampingan, penguatan jaringan, sertifikasi, pemberdayaan masyarakat, dan koperasi desa.
Kementerian juga memperluas sertifikasi halal desa wisata melalui kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal atau BPJPH.
Program ketiga mengusung konsep Wisata Berkualitas untuk meningkatkan nilai tambah destinasi sekaligus menarik wisatawan dengan belanja lebih tinggi.
“Program ini merupakan pemanfaatan yang khusus sebagai daya tarik seperti gastronomi, marine, wellness, kuasa, organisasi,” lanjut Widiyanti.
Pelaksanaannya mencakup Gerakan Wisata Bersih, kurasi atraksi, penyusunan pola perjalanan, hingga penyelenggaraan event gastronomi dan wellness.
Pemerintah juga memperkuat pelestarian pusaka pariwisata melalui pembinaan agar setiap destinasi memiliki nilai budaya yang semakin kompetitif.
Strategi berikutnya diwujudkan melalui Hidden by Indonesia yang menghadirkan berbagai agenda unggulan berkelas internasional.
Program tersebut dirancang memperkuat identitas pariwisata Indonesia sekaligus meningkatkan daya tarik di pasar global.
Agenda yang dipersiapkan antara lain Parisman Iban-Nusantara dan Southeast Asia Business Development Forum.
Digitalisasi menjadi pilar kelima melalui implementasi Tourism 5.0 untuk meningkatkan efisiensi layanan pariwisata nasional.
“Tourism 5.0 merupakan program digitalisasi dan pemanfaatan teknologi untuk pariwisata yang lebih efisien dan berkualitas,” tambahnya.
Program digital meliputi platform Event by Indonesia, satu data pariwisata nasional, situs berbasis AI, dan pengembangan API perizinan daring.
Kemenpar berharap lima strategi tersebut mendorong pariwisata Indonesia semakin inklusif, berkelanjutan, berdaya saing global, dan menggerakkan ekonomi.***