JAKARTA – Roti tawar dikenal sebagai pilihan sarapan praktis, bisa disantap dengan selai maupun polos, bahkan mudah dibawa saat perjalanan. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan konsumsi roti tawar berlebihan dapat berdampak serius bagi kesehatan, terutama bagi mereka yang sedang menjalani diet menurunkan berat badan.
Penelitian terhadap lebih dari 92 ribu orang selama lima tahun menunjukkan, kelompok yang hanya mengonsumsi roti tawar memiliki risiko 40 persen lebih tinggi mengalami kegemukan atau obesitas. Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi roti gandum tidak menunjukkan peningkatan risiko, karena kandungan seratnya membantu menjaga berat badan tetap stabil.
Meski hasil penelitian masih berupa presentasi dan belum dipublikasikan dalam jurnal resmi, para peneliti menegaskan temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan, bukan hubungan sebab-akibat langsung.
Selain risiko obesitas, konsumsi roti tawar berlebihan juga dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Roti tawar yang tinggi karbohidrat dipecah menjadi glukosa, memicu rasa lapar berulang, serta meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan sindrom metabolik.
Roti putih juga mengandung antinutrien yang dapat menghambat penyerapan mineral dalam tubuh, serta kalori tinggi yang berpotensi menambah berat badan.