Dunia olahraga tanah air dikejutkan dengan kabar miring dari atlet golf perempuan, Jesslyn Wijaya. Ia diduga menjadi korban penculikan brutal oleh komplotan pria misterius saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Senin (13/7/2026) malam.
Kuasa Hukum Pelapor, Andi Darti, membeberkan kronologi mencekam saat korban dibawa kabur secara paksa di depan para saksi mata.
“Sesaat sebelum acara dimulai, ketika persiapan sudah selesai dan lagu ulang tahun hendak diputar, mata korban tiba-tiba ditutup. Ia langsung diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju mobil hitam,” ungkap Andi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/7/2026).
Sempat Berontak dan Berteriak Minta Tolong
Aksi penculikan tersebut sempat berjalan dramatis karena Jesslyn tidak tinggal diam. Berdasarkan kesaksian yang dihimpun, korban sempat melakukan perlawanan sengit.
Jesslyn berteriak histeris meminta pertolongan warga dan berusaha mendobrak pintu untuk keluar dari kendaraan.
Upaya tersebut kandas setelah para pelaku memiting kembali tubuh korban ke dalam kabin, sebelum akhirnya mobil hitam itu tancap gas meninggalkan lokasi.
Pasca-insiden tersebut, teman dekat korban berinisial NAH (37) langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus dugaan perampasan kemerdekaan ini ke Polres Metro Jakarta Pusat pada Kamis (16/7/2026).
Deretan Kejanggalan: Dari CCTV Mati hingga Jejak Ponsel Ganda
Pihak kuasa hukum mencium adanya kejanggalan dan perencanaan matang dalam aksi penculikan ini. Pasalnya, saat keluarga mencoba mengumpulkan bukti fisik di tempat kejadian perkara (TKP), kamera pengawas restoran mendadak tidak berfungsi.
“Pada saat dilakukan pengecekan di lokasi, diperoleh informasi bahwa rekaman CCTV restoran tidak dapat digunakan,” kata Andi curiga.
Tak hanya itu, teka-teki keberadaan Jesslyn semakin membingungkan setelah tim pelapor mencoba melacak posisi gawai (smartphone) milik korban. Muncul dua informasi yang saling bertolak belakang.
Korban sempat terdeteksi melakukan mobilisasi dan menyeberang menuju Malaysia melalui jalur Semarang pada 14 Juli 2026. Di waktu yang hampir bersamaan, koordinat GPS ponsel Jesslyn justru menunjukkan posisi aktif di wilayah Puri Jimbaran, Jakarta Utara.
Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku putus kontak total dengan Jesslyn. Rumah mewahnya di kawasan Pluit, Jakarta Utara, terpantau kosong, sementara seluruh akun media sosial dan nomor teleponnya sudah tidak aktif.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Hery Saputra, membenarkan adanya laporan bernomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT tersebut.
“Betul, ada laporan tersebut ke Polres Jakarta Pusat. Selanjutnya kami masih melakukan pendalaman intensif untuk mencari fakta-fakta di lapangan,” pungkas AKBP Roby.