Bintang muda MotoGP, Fermin Aldeguer, resmi mengamankan kepindahannya ke tim Pertamina Enduro VR46 untuk musim 2027. Pembalap asal Spanyol yang sempat menggegerkan publik lewat kemenangan perdana di GP Indonesia bersama Gresini Ducati ini tak menampik ada perasaan canggung saat mengetahui sang legenda hidup, Valentino Rossi, bakal menjadi bos barunya.
Keputusan Ducati menempatkan Aldeguer di tim satelit utama VR46 sempat memicu dinamika panas, mengingat persaingan internal antara Gresini dan VR46. Di VR46 kelak, Aldeguer diproyeksikan bakal bertandem dengan dominator World Superbike, Nicolo Bulega.
“Awalnya Bikin Merinding, tapi Dia Guru Terbaik”
Dalam wawancaranya bersama Onda Regional de Murcia, Aldeguer mengungkapkan perasaannya jelang bergabung dengan skuad The Doctor.
“Jujur, pada awalnya agak bikin merinding (intimidating). Dia memang tidak akan hadir di setiap balapan, tapi saya diberi tahu bisa menelponnya kapan saja dan mengandalkannya untuk segala hal terkait balapan,” ungkap Aldeguer.
Bagi Aldeguer, dibimbing langsung oleh juara dunia sembilan kali tersebut adalah kesempatan langka yang wajib ia manfaatkan sebaik mungkin demi mematangkan gaya balapnya.
“Hampir tidak ada orang yang lebih baik untuk ditimba ilmunya selain Rossi. Saya harus memanfaatkan momen ini. Saran-sarannya pasti sangat membantu saya berkembang menjadi pembalap yang lebih matang,” tambahnya.
Paham Alasan Ducati Pilih Pedro Acosta ke Tim Pabrikan
Di balik kepindahannya ke VR46, rumor sempat menyebut Aldeguer mengincar satu tempat di tim utama Ducati (Factory Team). Namun, Ducati akhirnya menjatuhkan pilihan pada Pedro Acosta untuk menjadi rekan satu tim Marc Marquez.
Aldeguer mengaku tidak berkecil hati dan sangat memahami keputusan rasional dari pabrikan Borgo Panigale tersebut. Ducati ingin mengamankan talenta muda terbaik sebagai penerus jika Marc Marquez memutuskan pensiun kelak.
Walau membela VR46, Aldeguer dipastikan tetap mendapatkan sokongan spesifikasi motor pabrikan (Desmosedici GP) dari Ducati. Aldeguer mengincar kursi tim utama Ducati di masa mendatang tetap menjadi ambisi terbesarnya.
“Saya paham kenapa mereka memilih Pedro: mereka menginginkan yang terbaik. Mereka sudah punya Marc Marquez yang luar biasa, tapi tak ada yang tahu sampai kapan ia bertahan. Jadi dengan adanya Acosta dan saya yang juga berpotensi ke sana, strategi mereka sangat masuk akal. Target saya tetap sama: menembus tim pabrikan Ducati suatu hari nanti,” tegasnya.
Saat ini, Aldeguer tengah fokus menjalani proses pemulihan cedera akibat insiden kecelakaan hebat yang dialaminya di Grand Prix Belanda. Ia pun mengonfirmasi bahwa ada kemungkinan dirinya harus absen pada seri balapan mendatang di GP Inggris.