MILAN – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) mulai mempercepat pencarian pelatih baru dengan membuka komunikasi kepada Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti demi mengangkat performa Timnas Italia.
Azzurri masih berada dalam tekanan besar setelah untuk ketiga kalinya secara beruntun gagal mengamankan tiket menuju putaran final Piala Dunia.
FIGC menargetkan nama pelatih baru dapat diumumkan dalam waktu sepekan meski proses negosiasi dengan kandidat utama masih berlangsung.
Direktur Teknik FIGC yang baru, Paolo Maldini, hadir bersama Presiden FIGC Giovanni Malagò dan penasihat khusus Leonardo dalam pertemuan dengan klub-klub Serie A, Kamis waktu setempat.
Usai agenda tersebut, Maldini mengakui Guardiola memang menjadi salah satu sosok yang sedang dipertimbangkan untuk menangani Timnas Italia.
“Sejujurnya, hari ini kami belum bisa menyampaikan perkembangan terbaru, tetapi memang benar Anda telah menyebut salah satu target kami,” ujar Maldini dikutip dari The Canadian Press, Jumat (24/7/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa FIGC lebih dahulu menjajaki kemungkinan bekerja sama dengan Carlo Ancelotti sebelum menghubungi Guardiola.
“Kami juga berbicara dengan Carlo Ancelotti sebelum berdiskusi dengan Pep Guardiola, karena menurut kami langkah yang tepat adalah memulai dengan pelatih terbaik di dunia untuk mengetahui kesediaan mereka secara umum,” kata Maldini.
Beberapa waktu lalu, Maldini bersama Leonardo bahkan menghabiskan tiga hari di Barcelona guna bertemu langsung dengan Guardiola untuk membahas peluang menangani Timnas Italia.
Menurut Maldini, federasi ingin segera menentukan pelatih baru, tetapi tidak ingin terburu-buru jika harus mengorbankan target utama.
“Pilihan terbaik tentu mengumumkan pelatih baru pekan ini, tetapi akan lebih baik lagi jika kami menunggu sosok yang benar-benar kami inginkan, sehingga ada rasa mendesak, namun tidak sampai membuat kami tergesa-gesa,” ujarnya.
Guardiola mengakhiri kiprahnya bersama Manchester City pada akhir musim lalu setelah menjalani satu dekade yang penuh prestasi.
Selama menjadi pelatih, Guardiola mengoleksi 35 gelar utama bersama Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City.
Sementara itu, Carlo Ancelotti masih terikat kontrak bersama Timnas Brasil hingga Piala Dunia 2030 setelah memperpanjang kesepakatan pada Mei lalu.
Namun posisi Ancelotti ikut menjadi sorotan setelah Brasil tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia akibat kalah 1-2 dari Norwegia.
Ancelotti dikenal sebagai salah satu pelatih tersukses dengan gelar liga di Italia, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Jerman.
Ia juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil menjuarai Liga Champions sebanyak lima kali.
Krisis Italia bermula setelah Azzurri kalah pada laga playoff melawan Bosnia dan Herzegovina pada Maret sehingga gagal lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.
Kegagalan tersebut memicu pengunduran diri Presiden FIGC Gabriele Gravina serta pelatih Gennaro Gattuso.
Gattuso sendiri baru mengambil alih jabatan pada Juni tahun lalu menggantikan Luciano Spalletti ketika performa tim sudah menurun sejak kekalahan dari Norwegia pada laga kualifikasi.
Selain Guardiola dan Ancelotti, FIGC juga mempertimbangkan Roberto Mancini, Antonio Conte, hingga Andrea Pirlo sebagai kandidat pelatih berikutnya.***