JAKARTA – Grup K-pop BTS resmi mengumumkan boikot terhadap ajang Grammy Awards. Pada 29 Juli, para anggota BTS menyatakan melalui Instagram, “Kami telah memutuskan untuk tidak mengirimkan nominasi ke Grammy tahun ini,” seraya menambahkan, “Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai karena nilainya sendiri, bukan dibedakan berdasarkan wilayah atau bahasa.”
Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada ARMY dan semua pihak yang selalu mendukung.
Langkah ini menarik perhatian karena disampaikan dalam bahasa Korea, bukan bahasa Inggris. BTS sebelumnya pernah tampil sebagai presenter kategori Best R&B di Grammy 2019 dan masuk nominasi tiga tahun berturut-turut sejak 2021, namun belum pernah meraih kemenangan.
Boikot tersebut ditafsirkan sebagai bentuk penolakan terhadap rencana Grammy yang akan menambahkan kategori Penampilan Musik Pop Asia Terbaik mulai tahun depan. The Guardian menyoroti kekhawatiran bahwa kategori baru itu justru bisa mengecualikan artis pop Asia dari kompetisi utama. “Mereka telah terpinggirkan di Grammy Awards yang berpusat di AS hingga, sebelum BTS, tidak ada grup K-pop yang dinominasikan sama sekali,” tulis media Inggris itu, dilansir mydaily, Kamis (30/7/2026).
Dukungan terhadap BTS segera mengalir dari berbagai belahan dunia. Tagar seperti #WeStandWithBTS dan #ProudOfBTS ramai diunggah penggemar di platform X pada 30 Juli.
Sutradara Korea-Kanada Maggie Kang turut menyatakan dukungan dengan membagikan artikel boikot BTS disertai emoji tepuk tangan. Musisi internasional, termasuk Tablo dari Epik High, juga menyuarakan solidaritas.
Boikot ini memperlihatkan sikap tegas BTS dalam menuntut kesetaraan musik lintas bahasa dan wilayah, sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai ikon global yang berani mengambil langkah berprinsip.



