Grup musik asal Bandung, Juicy Luicy, akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab pembatalan penampilannya di ajang XYZ Liveground yang dijadwalkan berlangsung di Batam pada 5 September 2026 lalu. Lewat siaran pers resminya, band pelantun tembang-tembang populer ini meluruskan simpang siur rumor mengenai masalah bagasi serta membeberkan kelalaian pihak penyelenggara (promoter) sejak awal.
Manajemen Juicy Luicy menegaskan bahwa wanprestasi pihak penyelenggara sudah terjadi sebelum hari H keberangkatan. Sejumlah pemenuhan hak dasar yang tertuang dalam kontrak—seperti reservasi penginapan, tiket perjalanan pulang, hingga alokasi bagasi instrumen—tidak dipenuhi secara utuh.
Bahkan, kewajiban pelunasan honorarium penampilan (fee) baru ditransfer penyelenggara sekitar 18 jam sebelum jadwal keberangkatan armada tim menuju Batam.
“Pelunasan biaya penampilan baru diterima sekitar 18 jam sebelum keberangkatan. Namun saat itu, kelengkapan perjalanan seperti ketersediaan tiket, bukti penginapan sesuai kesepakatan, serta kebutuhan logistik lainnya belum kami terima secara utuh,” tegas manajemen Juicy Luicy dalam siaran pers resminya, Jumat (11/9/2026).
Polemik Pembengkakan Biaya Bagasi di Bandara
Persoalan kian pelik ketika tim logistik Juicy Luicy melakukan kalkulasi bagasi peralatan musik. Akibat keputusan sepihak promotor yang mengubah maskapai penerbangan dengan jatah bagasi terbatas (15 kg per orang), tim harus membeli prepaid baggage tambahan yang diperkirakan bernilai Rp44 juta.
Pihak penyelenggara sempat berjanji akan menyetor dana awal sebesar Rp26 juta guna mengamankan bagasi tersebut. Namun hingga seluruh personel dan kru tiba di Bandara Soekarno-Hatta, dana yang dijanjikan tak kunjung ditransfer.
Situasi berlanjut kritis ketika tim mengurus administrasi langsung di konter maskapai jelang batas waktu pukul 04.00 WIB. Akibat pembelian mendadak di lokasi (on the spot), tagihan bagasi melonjak tajam dari Rp44 juta menjadi Rp64 juta.
“Pembayaran Rp26 juta yang dijanjikan belum kami terima hingga tim tiba di bandara. Karena pembelian bagasi tambahan terpaksa dilakukan langsung di lokasi dalam waktu yang sangat terdesak, biayanya membengkak menjadi sekitar Rp64 juta,” lanjut pernyataan tersebut.
Keputusan Pahit Demi Menjaga Standar Profesionalisme
Melihat tenggat waktu penerbangan yang semakin krusial serta tidak adanya kepastian dari promotor mengenai akomodasi dan perlengkapan di Batam, manajemen Juicy Luicy akhirnya mengambil keputusan tegas untuk membatalkan keberangkatan.
Langkah ini diambil semata-mata untuk menegakkan ikatan kesepakatan profesional yang telah ditandatangani sejak awal.
“Keputusan ini terpaksa kami ambil berdasarkan kondisi riil yang dihadapi di lapangan. Semua yang kami lakukan semata-mata mengacu pada tata cara yang telah disepakati bersama sejak awal, namun tidak diindahkan oleh pihak penyelenggara. Kejadian ini sangat jarang kami temui selama bertahun-tahun berkarier di industri musik,” pungkasnya.