Insiden kebakaran menimpa satu unit mobil listrik Hyundai Ioniq 6 di Jalan Letjen S. Parman, Slipi, Jakarta Barat, pada Jumat (11/9/2026) dini hari. Peristiwa kecelakaan tunggal tersebut sempat memicu kepadatan arus lalu lintas di kawasan Simpang Tomang hingga Sabtu (12/9/2026) pagi.
Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Achmad Saiful Kahfi, mengonfirmasi bahwa armada yang terbakar merupakan sedan listrik Hyundai Ioniq 6.
Berdasarkan investigasi awal di lapangan, kendaraan mulanya melaju dari arah Slipi menuju Tomang. Pengemudi diduga kehilangan kendali hingga kendaraan menghantam separator busway secara keras.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran dipicu oleh kecelakaan tunggal menabrak separator busway. Benturan keras tersebut menimbulkan percikan api yang diduga akibat korsleting listrik, hingga api dengan cepat membesar dan membakar seluruh badan mobil,” terang Achmad Saiful Kahfi.
Pengemudi Selamat, 15 Personel Damkar Diterjunkan
Laporan kebakaran diterima petugas damkar pada pukul 05.04 WIB. Sebanyak tiga unit mobil pompa dan 15 personel Gulkarmat segera dimobilisasi ke lokasi kejadian pada pukul 05.18 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Pengemudi kendaraan dilaporkan berhasil keluar menyelamatkan diri secara sigap sesaat setelah muncul percikan api dan kepulan asap dari bagian depan mobil.
Operasi pemadaman dan pendinginan unit selesai sepenuhnya pada pukul 06.18 WIB. Namun, proses evakuasi bangkai kendaraan sempat berdampak pada penumpukan volume kendaraan dari arah Slipi menuju Tomang hingga pukul 07.25 WIB.
Hyundai Indonesia Lakukan Investigasi Khusus
Menanggapi terbakarnya salah satu lini produk mobil listrik andalannya, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan telah menerjunkan tim teknis untuk mengumpulkan fakta di lapangan.
General Manager (GM) Brand Interactive PT Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, mengonfirmasi bahwa pihak pabrikan belum dapat menarik kesimpulan akhir mengenai pemicu utama timbulnya api sebelum investigasi selesai.
“Saat ini belum ada pembaruan terkait hasil investigasi akhir. Proses pengumpulan data dan informasi lengkap dari berbagai pihak di lapangan masih terus berlangsung,” ujar Rouli Sijabat.