JAKARTA – Nims Purja, pendaki gunung kelas dunia, dilaporkan hilang setelah longsor salju menerjang jalur pendakian Broad Peak di Pegunungan Karakoram, Pakistan, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Insiden tersebut juga menyebabkan sembilan pendaki lainnya belum ditemukan hingga kini, sementara tim penyelamat masih berupaya mencapai lokasi yang sulit dijangkau.
Broad Peak memiliki ketinggian sekitar 8.051 meter atau 26.400 kaki dan menjadi salah satu gunung tertinggi sekaligus paling menantang di dunia.
Berdasarkan keterangan resmi Alpine Club of Pakistan, longsor terjadi sekitar tengah hari ketika rombongan pendaki sedang melakukan pendakian menuju puncak.
“Seluruh tim kehilangan komunikasi setelah longsor terjadi,” demikian bunyi pernyataan resmi organisasi tersebut dilansir Outside, Jumat (31/7/2026).
Data pelacakan ekspedisi menunjukkan penurunan posisi yang sangat cepat dan pola tersebut diduga kuat sesuai dengan karakteristik longsor salju.
Operasi pencarian langsung disiapkan, namun kondisi medan dan cuaca membuat tim penyelamat diperkirakan baru dapat menjangkau area longsor pada Jumat pagi waktu setempat.
Saat musibah terjadi, Nims Purja memimpin ekspedisi melalui perusahaan miliknya, Elite Exped, yang dikenal melayani pendakian gunung-gunung tertinggi dunia.
Nama Nims Purja mendunia setelah tampil dalam film dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible yang dirilis pada 2021.
Film tersebut mengisahkan keberhasilannya memecahkan rekor pendakian tercepat ke seluruh 14 gunung di dunia yang memiliki ketinggian di atas 8.000 meter.
Kariernya dipenuhi berbagai pencapaian besar, meski juga sempat diwarnai kontroversi setelah muncul tuduhan pelecehan seksual saat ekspedisi yang sebelumnya diberitakan media internasional.
Menurut Everest Chronicle, sebelum insiden ini Nims baru saja mencatat pendakian sukses ke-57 di gunung setinggi lebih dari 8.000 meter.
Pendakian tanpa bantuan oksigen di Gasherbrum II pada 21 Juli 2026 menjadi bagian dari ambisinya menyelesaikan Hat Trick Campaign.
Program tersebut menargetkan pendakian seluruh 14 gunung berketinggian lebih dari 8.000 meter sebanyak tiga kali.
Selain dikenal sebagai pendaki elite, Nims juga aktif melalui yayasannya yang membantu komunitas pendakian Himalaya.
Belum lama ini ia meresmikan tempat perlindungan baru bagi porter di kawasan Everest sebagai bentuk dukungan kepada para pekerja pengangkut logistik ekspedisi.
Selain Nims, pendaki yang masih dinyatakan hilang antara lain pemandu Pakistan Sohail Sakhi dan kliennya asal Amerika Serikat, Hillary Geis.
Pendaki asal Oman bernama Nathira serta seorang klien asal China yang dikenal dengan nama Wang juga termasuk dalam daftar orang hilang.
Sejumlah pekerja ketinggian asal Nepal dan Pakistan turut dilaporkan belum ditemukan, namun identitas mereka masih belum diumumkan.
Dalam beberapa tahun terakhir, minat terhadap pendakian lima gunung setinggi lebih dari 8.000 meter di Pakistan terus meningkat.
Meski demikian, kawasan Karakoram tetap dikenal sangat terpencil dengan fasilitas komunikasi yang terbatas.
Keterbatasan akses tersebut membuat proses evakuasi, termasuk penggunaan helikopter penyelamat, sangat bergantung pada kondisi cuaca.
Alpine Club of Pakistan menegaskan seluruh sumber daya penyelamatan sedang dikerahkan untuk mempercepat operasi pencarian.
“Segala upaya sedang dilakukan agar dukungan helikopter dan seluruh sumber daya penyelamatan yang tersedia dapat segera dikerahkan, bergantung pada kondisi cuaca dan operasional,” demikian isi pernyataan resmi tersebut.***



