JAKARTA – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan PT Huawei Tech Investment Indonesia memperbarui Nota Kesepahaman untuk memperkuat kolaborasi membangun ruang siber Indonesia yang aman, tangguh, dan terpercaya.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Huawei Indonesia pada 5 Agustus 2026 sebagai bagian dari penguatan sinergi menghadapi meningkatnya tantangan keamanan siber nasional.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendukung percepatan transformasi digital sekaligus memperkuat perlindungan terhadap infrastruktur dan ekosistem digital Indonesia.
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menilai transformasi digital telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, peningkatan layanan publik, serta lahirnya inovasi di berbagai sektor.
Di sisi lain, perkembangan teknologi juga memunculkan ancaman siber yang semakin kompleks sehingga membutuhkan kesiapan dan kolaborasi yang lebih kuat.
Menurut BSSN, keamanan siber kini menjadi elemen utama yang menentukan keberhasilan transformasi digital dan bukan lagi sekadar fungsi pendukung.
Perkembangan Artificial Intelligence, Cloud Computing, Internet of Things, hingga Quantum Computing turut memperluas spektrum risiko serangan siber lintas negara.
Karena itu, penguatan kerja sama antara pemerintah dan sektor industri dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menjaga keamanan ruang digital nasional.
“BSSN mengapresiasi komitmen Huawei Indonesia yang selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung penguatan keamanan siber.”
“Semangat kolaborasi ini diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi kedua institusi maupun bangsa Indonesia,” ujarnya.
BSSN menegaskan keberhasilan membangun ruang siber nasional tidak dapat diwujudkan oleh satu lembaga sehingga diperlukan sinergi lintas sektor.
Pendekatan Quad Helix menjadi fondasi kolaborasi dengan melibatkan pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan siber Indonesia.
Melalui pembaruan MoU ini, kedua pihak akan mengembangkan berbagai program yang mendukung peningkatan kapasitas keamanan siber nasional.
Fokus kerja sama mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui kampanye literasi keamanan siber, pendidikan, pelatihan, dan sertifikasi.
Kolaborasi juga diarahkan pada penerapan standar keamanan siber, sertifikasi terpadu, serta penguatan praktik terbaik dalam tata kelola data.
Langkah tersebut diharapkan meningkatkan tingkat kematangan manajemen keamanan siber di berbagai sektor sekaligus memperkuat ekosistem digital nasional.
BSSN menilai pembaruan kerja sama ini menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Strategi Keamanan Siber Nasional secara berkelanjutan.
Kemitraan dengan Huawei diharapkan terus berkembang melalui inovasi, peningkatan kapasitas nasional, dan kolaborasi untuk menciptakan transformasi digital yang aman.***


