BANDUNG – Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, meminta seluruh bobotoh untuk menerima hasil pertandingan dengan lapang dada setelah Maung Bandung gagal meraih gelar juara akibat kalah dalam drama adu penalti. Menurutnya, kekalahan merupakan bagian dari sepak bola sehingga tidak perlu menimbulkan polemik maupun perpecahan di kalangan pendukung.
Persib Bandung harus mengubur ambisi menjadi juara setelah takluk melalui babak adu penalti dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Hasil tersebut membuat langkah Maung Bandung terhenti, meski sepanjang laga kedua tim mampu tampil seimbang.
Umuh Muchtar, mengajak seluruh pihak, khususnya bobotoh, untuk tetap menjaga suasana kondusif. Ia menilai setiap tim tentu datang dengan target kemenangan, namun hasil akhir pertandingan harus dihormati sebagai bagian dari kompetisi.
“Sebenarnya kita harapkan untuk juara, tapi kan akhirnya seperti ini. Tidak ada masalah lah. Jangan ada yang jadi dipermasalahkan,” kata Umuh Muchtar.
Ia menegaskan bahwa dalam pertandingan sepak bola selalu ada tim yang menang dan ada pula yang harus menerima kekalahan. Karena itu, ia berharap tidak muncul persoalan yang justru memperkeruh situasi setelah pertandingan berakhir.
“Malam tadi kan ada yang kalah, ada yang menang. Semua juga mau menang. Tapi akhirnya juga jangan ada masalah,” ujarnya.
Umuh juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh bobotoh yang telah memberikan dukungan penuh kepada Persib. Ia memahami besarnya harapan suporter agar tim kebanggaan mereka mampu mengangkat trofi, namun hasil di lapangan berkata lain.
“Mohon maaf kepada bobotoh semua. Situasi seperti ini, dan kita kalah lewat adu penalti,” tuturnya.
Meski gagal menjadi juara, Umuh menilai perjuangan Persib tetap layak diapresiasi. Menurutnya, hasil pertandingan menunjukkan kedua tim tampil berimbang hingga penentuan pemenang harus dilakukan melalui adu penalti. “Masih terhormat lah, tidak masalah. Tadi kan masih seimbang,” tutupnya.


