JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian pemerintahannya selama 21 bulan terakhir dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan pemerintah telah menjalankan 121 kebijakan transformatif untuk menangani berbagai persoalan bangsa. Ia menyebut sejumlah kebijakan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
“Dalam 21 bulan pemerintah yang saya pimpin memutuskan 121 kebijakan transformatif untuk menyelesaikan persoalan bangsa yang telah berpuluh tahun tidak bisa diselesaikan,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Selain jumlah kebijakan, Prabowo juga memaparkan sejumlah capaian di sektor pangan, energi, pupuk hingga program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Swasembada Pangan Jadi Salah Satu Capaian
Dalam pemaparannya, Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut, menurutnya, lebih cepat dibandingkan target awal pemerintah.
Prabowo juga menyebut Indonesia telah mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut terdiri atas beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.
Pemerintah sebelumnya memang menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan produksi pangan dalam negeri dan kebijakan yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Pupuk dan Energi Turut Disorot
Di sektor pupuk, Prabowo mengatakan pemerintah telah menghapus 145 aturan mengenai penyaluran pupuk. Menurutnya, kebijakan tersebut berdampak pada harga pupuk yang turun 20 persen.
Dalam slide yang ditampilkan saat pidato, pemerintah juga menyebut laba PT Pupuk Indonesia meningkat 252,8 persen.
Sementara di sektor energi, Prabowo menyinggung penerapan biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya menuju swasembada energi.
Pemerintah mulai menerapkan mandatori biodiesel B50 pada 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut merupakan peningkatan dari program B40 dan ditujukan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil serta impor solar.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia tidak lagi mengimpor solar sejak penerapan kebijakan tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa kebijakan itu dapat menghemat devisa hingga sekitar Rp170 triliun per tahun.
Program Pemerintah Mulai Dirasakan Masyarakat
Selain pangan dan energi, Prabowo turut menyoroti sejumlah program pemerintah yang menurutnya mulai memberikan dampak kepada masyarakat.
Beberapa di antaranya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bansos digital, serta program hilirisasi.
MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.
Prabowo juga menekankan bahwa berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan bangsa dalam waktu yang relatif singkat.
Prabowo Akui Masih Banyak Persoalan
Meski memaparkan berbagai capaian, Prabowo mengakui masih terdapat sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya selesai.
Ia mengatakan tidak semua janji kepada rakyat maupun masalah bangsa dapat diselesaikan dalam waktu 21 bulan. Namun, pemerintah menurutnya terus berupaya menyelesaikan persoalan tersebut melalui kebijakan yang telah dijalankan.
Dalam pidato kenegaraan tersebut, Prabowo juga sebelumnya menyampaikan empat pedoman yang menjadi dasar pemerintahannya, yakni menjalankan pemerintahan sesuai UUD 1945, menjaga kepentingan nasional, menyelesaikan kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya, serta berorientasi pada kepentingan rakyat dan generasi mendatang.
Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026 berlangsung sebagai bagian dari rangkaian agenda kenegaraan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Pernyataan mengenai 121 kebijakan dan berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari laporan Prabowo mengenai kinerja pemerintah selama 21 bulan masa kepemimpinannya. (ACH)



